Kualitas Udara di Sarawak dan Malaysia Memburuk Akibat Asap Karhutla dari Kalimantan

Smallest Font
Largest Font

Menurut sistem Air Pollutant Index Management System (APIMS) milik Departemen Lingkungan Malaysia, wilayah di Sarawak yang terdampak meliputi Serian, Kuching, Samarahan, Sri Aman, Sarikei, Sibu, Mukah, Bintulu, dan Samalaju.

Serian mencatat angka Indeks Polusi Udara (API) tertinggi yaitu 180, diikuti oleh Kuching dengan 162 dan Samarahan 163. Wilayah lain seperti Sibu, Sri Aman, Sarikei, Mukah, Bintulu, dan Samalaju memiliki API antara 142 hingga 158 pada data pagi Senin, 10 Agustus 2026.

Selain Sarawak, Johan Setia di Selangor juga mengalami kualitas udara tidak sehat dengan API 153. Dalam klasifikasi Malaysia, angka API 101-200 dikategorikan tidak sehat, sementara 51-100 sedang.

The Star menyebut kondisi memburuknya udara terjadi di tengah situasi kering dan kabut asap yang menyelimuti Sarawak. Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) melaporkan bahwa kepulan asap dari titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah bergerak ke arah utara menuju Sarawak bagian barat.

ASMC memperingatkan bahwa kondisi kering kemungkinan akan terus berlangsung di sebagian besar wilayah ASEAN bagian selatan, meningkatkan risiko kabut asap lintas batas terutama di wilayah dengan cuaca kering berkepanjangan.

Departemen Meteorologi Malaysia juga memperkirakan kondisi panas dan minim hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan, termasuk Sarawak, hingga Jumat mendatang.

Masyarakat Malaysia khususnya anak-anak, lansia, dan penderita gangguan jantung atau paru-paru diminta memantau perkembangan indeks kualitas udara dan membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi membahas potensi dampak asap karhutla lintas batas yang dipimpin Menko Polkam Djamari Chaniago pada Senin, 10 Agustus 2026, menunjukkan angin dominan bergerak dari tenggara ke barat, memungkinkan asap dari Indonesia menuju Malaysia.

Berdasarkan pantauan citra satelit, asap karhutla terpantau menyeberang ke wilayah Malaysia yang berbatasan dengan Kalimantan Barat pada tanggal 4 dan 6-9 Agustus 2026.

Dodi menyebut pada 9 Agustus 2026, beberapa wilayah menunjukkan kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat dengan nilai AQI tertinggi di Pontianak sebesar 193.

Ia menegaskan kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan balita.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed