Pemberontakan Andi Azis Mengguncang Makassar April 1950
Pada 5 April 1950 pukul 01.00 dini hari, Andi Azis, mantan perwira KNIL, membacakan pernyataan resmi pelepasan diri dari KNIL dan menyatakan diri sebagai pejuang pelestarian Negara Indonesia Timur (NIT) melalui Radio Makassar, Sulawesi Selatan. Pemberontakan yang berlangsung hingga 15 April 1950 ini mengguncang Makassar dan menjadi peristiwa penting dalam sejarah integrasi wilayah Indonesia Timur.
Andi Azis bersama pasukannya secara resmi bergabung dengan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) pada 30 Maret 1950, namun kemudian melakukan pemberontakan untuk mempertahankan NIT yang dianggapnya harus berdiri sendiri tanpa campur tangan pemerintah RIS. Pemerintah RIS merespons dengan mengirim sekitar 900 pasukan APRIS dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Makassar di awal April 1950, dipimpin oleh Letkol AJ Mokoginta dan Mayor HV Worang, untuk mengamankan wilayah dan menumpas pemberontakan.
Pada 7 April 1950, pasukan ekspedisi yang dipimpin Kolonel AE Kawilarang dikirim untuk menumpas pemberontakan Andi Azis. Setelah sekitar 10 hari perlawanan, Andi Azis menyerahkan diri pada 15 April 1950. Setelah penangkapan, ia dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun di Jakarta dan Yogyakarta.
Andi Azis adalah mantan perwira Koninklijke Nederlandsch-Indische Leger (KNIL), tentara kerajaan Belanda yang beroperasi di wilayah Indonesia Timur. Setelah bergabung dengan APRIS, ia merasa bahwa keberadaan Negara Indonesia Timur harus dipertahankan sebagai entitas otonom dan tidak boleh dibubarkan dengan kekerasan oleh pemerintah pusat.
Dalam pernyataannya di Radio Makassar, Andi Azis menegaskan bahwa hanya APRIS bekas KNIL yang boleh menjaga keamanan di NIT. Ia menolak integrasi penuh wilayah tersebut ke dalam Republik Indonesia yang baru terbentuk.
"NIT harus tetap berdiri dan tidak boleh dibubarkan dengan kekerasan, serta hanya APRIS bekas KNIL yang boleh menjaga keamanan di NIT," kata Andi Azis, Kapten KNIL dan Ajudan Senior Presiden NIT sejak 1947.
Kronologi Singkat Pemberontakan
Pengumuman dan Awal Pemberontakan
Setelah bergabung dengan APRIS pada 30 Maret 1950, Andi Azis memulai pemberontakan dengan pengumuman pelepasan diri dari KNIL dan deklarasi mempertahankan NIT pada 5 April 1950 lewat Radio Makassar pukul 01.00 dini hari.
Respons Pemerintah dan Penumpasan
Pemerintah RIS segera mengerahkan pasukan APRIS dari TNI sebanyak sekitar 900 personel untuk menghadapi pemberontakan. Pasukan dipimpin oleh Letkol AJ Mokoginta dan Mayor HV Worang memasuki wilayah Makassar pada awal April 1950.
Pada 7 April 1950, Kolonel AE Kawilarang memimpin pasukan ekspedisi khusus untuk menghadapi pemberontakan ini. Setelah pertempuran selama kurang lebih 10 hari, Andi Azis menyerah pada 15 April 1950.
Dampak dan Hukuman
Setelah penangkapan, Andi Azis diadili di Jakarta dan Yogyakarta dan dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun. Pemberontakan ini menjadi salah satu episode penting dalam upaya pemerintah pusat mengintegrasikan wilayah Indonesia Timur ke dalam Republik Indonesia.
Data Pasukan dan Kronologi
- 5 April 1950: Deklarasi pemberontakan melalui Radio Makassar
- 30 Maret 1950: Andi Azis dan pasukan gabung dengan APRIS
- Awal April 1950: Kiriman 900 pasukan APRIS/TNI ke Makassar
- 7 April 1950: Pasukan ekspedisi dipimpin Kolonel AE Kawilarang tiba
- 15 April 1950: Andi Azis menyerah
| Tanggal | Peristiwa | Pemimpin | Jumlah Pasukan |
|---|---|---|---|
| 30 Maret 1950 | Gabung APRIS | Andi Azis | – |
| 5 April 1950 | Deklarasi Pemberontakan | Andi Azis | – |
| Awal April 1950 | Pengiriman pasukan APRIS/TNI | Letkol AJ Mokoginta dan Mayor HV Worang | 900 |
| 7 April 1950 | Pasukan ekspedisi tiba | Kolonel AE Kawilarang | – |
| 15 April 1950 | Penyerahan Andi Azis | Andi Azis | – |
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow