Pengadilan Valencia Vonis Rafa Mir 8,5 Tahun Penjara Kasus Kekerasan Seksual
Pengadilan Tinggi Komunitas Valencia menjatuhkan hukuman 8,5 tahun penjara kepada pesepak bola asal Spanyol, Rafa Mir, atas kasus kekerasan seksual dan penganiayaan yang menjeratnya, Senin (15/6/2026), dilansir dari Bola.
Selain Rafa Mir, pesepak bola lain, Pablo Jara, juga dinyatakan bersalah dan dihukum dua setengah tahun penjara atas kasus pelecehan dan penganiayaan ringan.
Rafa Mir terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan dan menyebabkan luka fisik pada korban. Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun untuk kekerasan seksual dan tambahan 18 bulan untuk penganiayaan.
Mantan pemain Valencia yang masih tercatat sebagai pemain Elche hingga 30 Juni ini wajib membayar kompensasi sebesar 64 ribu euro kepada korban serta menjaga jarak minimal 500 meter dari korban selama 10 tahun.
Rafa Mir langsung menyatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.
"Saya tidak setuju dengan putusan ini dan kami akan mengajukan banding dalam beberapa hari ke depan. Saya masih percaya pada keadilan," tulis Rafa Mir melalui akun media sosial pribadinya.
Kasus ini bermula pada dini hari 1 September 2024 di kediaman Rafa Mir di Bétera, Valencia. Dua perempuan yang bertemu Rafa Mir dan Pablo Jara di klub malam kemudian mengikuti mereka ke rumah Rafa Mir.
Korban utama mengaku mengalami dua tindakan kekerasan seksual tanpa persetujuannya, pertama di kolam renang dan kedua di kamar mandi rumah tersebut.
Korban kedua menuduh Pablo Jara melakukan pelecehan seksual berupa sentuhan tidak diinginkan dan mengusir korban dalam kondisi setengah telanjang. Majelis hakim menyatakan tindakan Jara memenuhi unsur kekerasan seksual, pelanggaran integritas moral, dan penganiayaan ringan.
Dalam persidangan 28 Mei lalu, Rafa Mir membantah semua tuduhan dan mengklaim hubungan yang terjadi bersifat suka sama suka, termasuk dua pertemuan seksual setelah kejadian utama.
Pablo Jara juga membantah tindakan kriminal dan menghadirkan saksi pendukung. Namun, hakim menilai kesaksian korban lebih konsisten dan meyakinkan, sehingga menerima keterangan korban sebagai dasar utama penjatuhan hukuman.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow