Pengiriman Minyak Iran ke Asia Hampir Terhenti Karena Blokade AS

Smallest Font
Largest Font

Pengiriman minyak Iran ke Asia hampir terhenti akibat blokade yang dilakukan Amerika Serikat, menyebabkan biaya kargo melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, dilansir dari Bloombergtechnoz. Perusahaan penyulingan swasta di China selama ini menjadi konsumen utama minyak Iran, namun pasokan yang minim dalam beberapa minggu terakhir membuat harga penawaran berbalik dari diskon menjadi premi sekitar US$4 per barel. Kelangkaan ini terutama disebabkan oleh blokade AS yang membuat kapal-kapal pengangkut minyak Iran terjebak di Teluk Persia dan armada kapal kosong tertahan di luar wilayah tersebut.

Saat ini terdapat sekitar 40 juta barel minyak di perairan sebelah timur Semenanjung Malaysia, yang menjadi kawasan penyimpanan dan transhipment bagi pembeli dari China dan Asia lainnya, namun hanya sekitar 4 juta barel yang belum terjual menurut data perusahaan intelijen Kpler.

Menteri Keuangan Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan rencana isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah dunia yang menargetkan perusahaan penyulingan dan bank pendukung China untuk memutus aliran ekonomi Iran. Hingga kini, sanksi AS lebih fokus pada pemain kecil industri minyak seperti kilang swasta dan pelabuhan, dengan kehati-hatian agar tidak merusak hubungan dengan China atau memicu lonjakan harga minyak.

Awal tahun ini, AS menjatuhkan sanksi pada salah satu kilang swasta terbesar di China, Hengli Petrochemical, yang memicu perintah dari China agar perusahaan domestik tidak mematuhi sanksi tersebut. Emma Li, analis pasar China di Vortexa, menyatakan harga minyak Iran kini hampir mencapai level tertinggi sejak masa pemerintahan Trump sebelumnya.

"Hal ini dapat mendorong kilang-kilang independen untuk beralih ke minyak konvensional atau mengurangi produksi," ujar Emma Li.

Tingginya harga minyak dan perubahan jangka panjang seperti peningkatan kendaraan listrik menekan permintaan di China, memperburuk prospek kilang kecil.

Meski Iran telah bertahan dari sanksi selama dekade, Bessent bertekad memutus semua jalur kehidupan ekonomi negara tersebut.

"Pihak yang memfasilitasi Iran membeli dan mengangkut minyaknya serta memperlancar aliran keuangan melalui perusahaan penukaran mata uang dan kawasan perdagangan bebas," tulis Bessent dalam Financial Times.

"Negara-negara ini menganggap sikap lunak terhadap rezim sebagai langkah aman, namun mereka harus mempertimbangkan konsekuensi dari melanggengkan rezim itu," tambah Bessent.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow