Rupiah Diprediksi Menguat Perlahan dengan Risiko Tekanan Eksternal
Rupiah diprediksi menguat secara perlahan hingga kuartal pertama 2027, meski masih sulit kembali ke level Rp16.000/US$. Konsensus Bloomberg pada 24 Agustus 2026 memperkirakan rupiah berada di Rp17.850/US$ pada kuartal ketiga 2026.
Perkiraan median rupiah pada kuartal keempat 2026 adalah Rp17.775/US$ dan Rp17.713/US$ pada kuartal pertama 2027, dengan proyeksi tahunan sebesar Rp17.500/US$. Posisi ini masih jauh dari level Rp16.600/US$ pada akhir 2025 dan asumsi APBN 2026 di Rp16.500/US$.
Rentang proyeksi rupiah untuk 2027 sangat lebar, antara Rp16.300 sampai Rp18.500/US$, mencerminkan ketidakpastian pasar. Faktor eksternal seperti dolar AS, yield US Treasury, kebijakan suku bunga The Fed, serta ketegangan geopolitik masih menjadi ancaman utama terhadap rupiah, meskipun sentimen domestik mulai membaik.
Konsensus juga menunjukkan estimasi kuartal ketiga 2026 berada di sekitar Rp17.500 hingga Rp18.200/US$. Selisih besar antara skenario optimis dan pesimis menandakan rupiah masih rentan tekanan, namun dengan arah yang lebih positif dibanding kuartal kedua 2026.
Rupiah mendapat dukungan dari membaiknya sentimen aset domestik, stabilitas kebijakan Bank Indonesia (BI), potensi arus modal ke pasar surat utang, serta ekspektasi pelemahan dolar AS global. Dolar AS bahkan sempat melemah terhadap euro akibat keraguan pasar terhadap efektivitas program buyback Treasury AS.
Namun, yield US Treasury masih tinggi dengan tenor 10 tahun di 4,7% dan tenor 30 tahun di 5,24%, didorong oleh total utang AS sebesar US$40,07 triliun. Kondisi ini menjadi risiko bagi rupiah.
Selain itu, penguatan rupiah juga didukung oleh pengurangan frekuensi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi dua pekan sekali, sehingga investor beralih ke pasar surat utang domestik.
Konsensus Bloomberg merangkum tiga skenario rupiah untuk 2027. Skenario bullish memperkirakan rupiah di rentang Rp16.600-17.000/US$ dengan prasyarat seperti pelemahan dolar AS, penurunan yield US Treasury, meredanya risiko geopolitik, penurunan harga minyak, arus modal masuk yang berkelanjutan, dan stabilitas kebijakan BI serta fiskal.
Skenario konsensus menempatkan rupiah pada rentang Rp17.500-17.850/US$, dengan fluktuasi di sekitar Rp17.700-17.800/US$ pada akhir 2026 dan perlahan menguat di 2027.
Skenario bearish memproyeksikan rupiah melemah ke rentang Rp18.200-18.700/US$ jika terjadi lonjakan harga minyak, eskalasi konflik Timur Tengah, kenaikan yield US Treasury, kebijakan The Fed yang hawkish, penguatan dolar AS, dan arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow