Penjualan Motor Listrik ALVA Tumbuh Signifikan Didukung Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memengaruhi minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, termasuk sepeda motor, yang turut mendorong peningkatan penjualan motor listrik di Indonesia, dilansir dari Detik Oto.
Penjualan motor listrik ALVA menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir dengan pertumbuhan volume penjualan lebih dari 50% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau dilihat 2024 ke 2025, kita ada kenaikan lebih dari 50% secara volume. Jadi target kami sebenarnya di tahun ini lebih dari 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," ujar Purbaya Pantja, Chief Executive Officer ALVA, di sela GIIAS 2026 di BSD-City, Tangerang.
Menurut Purbaya, target tersebut sudah disusun sejak awal tahun karena meningkatnya optimisme pasar motor listrik di Indonesia.
"Jadi tahun lalu kita naik 50% plus, tahun ini kita berharap bisa mencapai volume yang jumlahnya 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu, lebih dari 2 kali lipat," tambahnya.
Purbaya juga mengakui kenaikan harga BBM memberikan dampak terhadap perhatian masyarakat pada kendaraan listrik, terutama saat isu kenaikan harga energi dan situasi geopolitik di Timur Tengah mencuat.
"Kalau kita cerita spesifik mengenai BBM, dampaknya memang ada. Pada saat ada kejadian di Timur Tengah dan pembicaraan mengenai harga BBM, yang akhirnya BBM non-subsidi juga mengalami perubahan, sepertinya itu memberikan perhatian lebih kepada industri motor listrik," kata Purbaya.
Meski begitu, Purbaya menilai kenaikan harga BBM bukan satu-satunya faktor pendorong pertumbuhan penjualan motor listrik. Pasar kendaraan ini memang sedang berkembang dan banyak konsumen mulai mempertimbangkan motor listrik sebagai alternatif transportasi harian.
"Kalau dibilang ada loncatan, mungkin ada. Tapi secara keseluruhan memang dari ALVA, sejak awal tahun kami sudah mencanangkan target penjualan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya.
Peningkatan minat pada motor listrik juga didukung oleh biaya operasional yang lebih rendah, bertambahnya pilihan produk, pengembangan infrastruktur pengisian daya, dan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow