Pertamina Pastikan Distribusi BBM dan LPG di Flores Tetap Lancar Pasca Gempa
PT Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di Flores, Nusa Tenggara Timur, tetap berjalan setelah gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Berdasarkan pembaruan operasional per 15 Agustus 2026, sebanyak 32 dari 52 SPBU di wilayah Flores sudah beroperasi sementara 20 lainnya belum beroperasi karena terdampak gempa.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala seperti pemadaman listrik, kerusakan fasilitas, dan dampak lingkungan akibat gempa.
"Sebagian SPBU yang belum beroperasi mengalami kendala akibat pemadaman listrik, kerusakan sarana dan fasilitas, maupun kondisi lingkungan yang masih terdampak gempa," ujar Kitty.
Beberapa SPBU lain dalam kondisi aman namun belum beroperasi karena operator mempertimbangkan faktor keselamatan dan antisipasi gempa susulan.
Kitty menyebut Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran distribusi dengan pengamanan ekstra, terutama di jalur terdampak longsor.
"Pasokan BBM dan LPG tetap kami jaga dan pemulihan operasional SPBU dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Kami juga memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan energi melalui SPBU yang masih beroperasi," tambah Kitty.
Di wilayah Manggarai, dua SPBU mengalami kerusakan sehingga belum beroperasi. Masyarakat dapat menggunakan SPBU lain seperti di Jalan Yos Sudarso dan Jalan Ruteng-Benteng Jawa.
Lima agen LPG di Flores masih beroperasi dengan fasilitas aman dan stok terus dipantau sesuai kebutuhan.
Untuk minyak tanah, 12 agen terdampak bencana. Pertamina memaksimalkan distribusi dengan memperhatikan kondisi Fuel Terminal Reo dan akses jalan yang terdampak longsor, termasuk jalur Nagakeo-Ngada ke FT Ende.
Kondisi akses jalan menjadi tantangan karena longsor di beberapa ruas seperti Jalan Reo-Ruteng dan Jalan Trans Flores ruas Ende-Bajawa, dengan penanganan menggunakan alat berat.
"Kami terus melakukan monitoring kondisi sarana dan fasilitas serta mengamankan jalur distribusi yang terdampak. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder juga terus dilakukan agar penyaluran BBM dan LPG tetap berjalan secara aman dan optimal," ujar Kitty.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow