Piton Burma Mengancam Ekosistem Everglades di Florida Selatan
Everglades di Florida Selatan menghadapi ancaman serius dari populasi piton Burma yang invasif dan merusak ekosistem setempat, dilaporkan oleh Detik iNET. Ular besar yang bisa mencapai panjang lima meter ini berkontribusi pada penurunan drastis mamalia kecil dan menengah di wilayah rawa seluas sekitar 607 ribu hektar tersebut.
Populasi piton Burma di Everglades sulit dipastikan karena wilayahnya yang luas dan sulit dijangkau. Rory Feeney, kepala South Florida Water Management District, menyatakan bahwa jumlah ular ini bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu. Piton betina dapat bertelur antara 50 hingga 100 butir tiap tahun dan tidak memiliki predator alami di sana, sehingga populasinya terus meningkat.
Asal usul piton Burma di Florida berasal dari perdagangan hewan eksotis pada 1980-an, dengan Miami sebagai pusat perdagangan. Beberapa pemilik melepaskan ular tersebut ke alam liar, dan populasi piton mulai berkembang setelah Badai Andrew pada Agustus 1992 yang menghancurkan fasilitas penangkaran, membebaskan banyak ular ke rawa-rawa.
Populasi piton telah menyebabkan kerusakan ekologis besar. Antara 1997 dan 2012, populasi rakun, oposum, dan kucing hutan di Everglades menurun drastis hingga lebih dari 80 persen, sementara kelinci rawa dan rubah bahkan menghilang. Studi dengan pemancar radio pada kelinci menunjukkan 77 persen kematian kelinci dalam setahun terkait dengan piton.
"Kami menemukan burung air di perut piton. Kami juga menemukan rusa," ujar Rory Feeney. Daniel Simberloff, ahli biologi dari University of Tennessee, mengungkapkan bahwa kondisi Everglades sangat ideal bagi piton untuk berkembang biak tanpa hambatan alami.
Otoritas negara bagian dan federal telah bekerja sama mengatasi ancaman ini. Pada 2010, kepemilikan piton sebagai hewan peliharaan dinyatakan ilegal. Program Eliminasi Piton diluncurkan pada 2017, mempekerjakan pemburu ular dengan sistem upah yang termasuk bonus berdasarkan panjang ular yang ditangkap.
Meski ribuan piton sudah dibasmi melalui program ini dan kompetisi tahunan berburu piton, populasi ular masih sangat besar. Namun, setengah dari ular yang ditangkap adalah betina, yang jika terus disingkirkan dapat membantu mengendalikan penyebaran spesies ini.
Metode lebih agresif juga sedang dieksplorasi, seperti modifikasi genetik yang dapat menyebabkan keturunan betina mati atau pejantan lahir lebih banyak. Meski demikian, teknologi ini belum siap digunakan, sehingga piton Burma kemungkinan akan tetap menjadi ancaman serius bagi satwa liar di Florida.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow