Presiden Kolombia Minta Trump Tangguhkan Tarif Akibat Gempa
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella meminta Presiden AS Donald Trump menangguhkan sementara tarif terhadap barang-barang Kolombia menyusul gempa dahsyat yang menewaskan hampir 300 orang di negaranya. Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang terjadi pada 10 Agustus ini merupakan gempa terkuat kedua dalam satu abad terakhir di Kolombia, menyebabkan 294 korban meninggal dan lebih dari 3.900 orang luka-luka, menurut Badan Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia. De la Espriella menjelaskan bahwa permintaan penangguhan tarif tersebut diajukan untuk memberi keringanan kepada pelaku usaha yang terdampak bencana.
"Saya mengajukan permintaan ini untuk memberikan sedikit keringanan bagi para pelaku usaha kami yang menghadapi masa sangat sulit akibat dampak gempa," ujar Abelardo de la Espriella dalam unggahan di X.
Presiden Kolombia juga menyampaikan telah berbicara selama 10 menit dengan Presiden Trump, yang menyampaikan belasungkawa serta solidaritas kepada keluarga korban gempa. "Presiden Trump menyampaikan belasungkawa atas para korban gempa dan solidaritas kepada keluarga Kolombia yang terdampak," kata de la Espriella.
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan tersebut. Tarif AS terhadap sejumlah produk Kolombia memang sempat naik menjadi 12,5% dari 10% pada akhir Juli, meskipun beberapa produk dikecualikan dari pungutan tersebut.
Gempa yang melanda wilayah barat Kolombia ini menyebabkan kerusakan luas, terutama di daerah terpencil dan terisolasi, yang menjadi wilayah paling terdampak bencana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow