PT Bukit Asam Ajukan BACBIE Jadi Kawasan Ekonomi Khusus untuk Proyek Gasifikasi Batu Bara

Smallest Font
Largest Font

PT Bukit Asam (Persero) Tbk mengajukan Bukit Asam Coal Based Industrial Estate (BACBIE) untuk dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) guna mendukung proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Pengajuan KEK di BACBIE bertujuan agar seluruh kegiatan bisnis di kawasan tersebut memperoleh insentif khusus KEK, salah satunya pembebasan pajak atau tax holiday, kata Vice President Hilirisasi PTBA Dahlia Muchtar di Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

"Kalau untuk KEK-nya memang sekarang dalam tahap pengajuan KEK, karena saat ini masih di kawasan industri, lalu untuk pengajuan KEK-nya untuk support di hilirisasi batu bara," ujar Dahlia.

Dahlia menambahkan bahwa pembangunan BACBIE juga bertujuan mendukung proyek DME yang akan banyak menggunakan barang dari luar.

"Iya, apa tax holiday, seperti apa. Memang tentu nanti akan banyak barang-barang dari luar. Nah itu kenapa kita bangun BACBIE itu untuk support itu," tegasnya.

Mengenai mitra investasi proyek DME, Dahlia menyebut peluang berasal dari China maupun Amerika Serikat (AS), dan pemilihan mitra berada di bawah kewenangan BPI Danantara.

"Dari Amerika ada, dari China ada. Jadi kita masih open. Semuanya masih terbuka, ini sedang dalam tahap pemilihan oleh Danantara," kata Dahlia.

Proyek hilirisasi batu bara menjadi DME di BACBIE sebelumnya gagal pada era Presiden Joko Widodo, setelah investor AS, Air Products & Chemicals Inc. (APCI), hengkang pada 2023.

Proyek gasifikasi batu bara tersebut direncanakan berjalan selama 20 tahun di wilayah BACBIE yang terletak di mulut tambang batu bara Tanjung Enim, Sumatra Selatan, bersebelahan dengan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat berencana menambah insentif untuk investasi hilirisasi batu bara sebagai respons atas hengkangnya investor AS itu.

Pemerintah menyiapkan tiga insentif utama, yakni royalti 0% untuk batu bara yang diolah melalui gasifikasi, pengaturan harga batu bara untuk meningkatkan nilai tambah gasifikasi di mulut tambang, serta masa berlaku izin usaha pertambangan sesuai umur ekonomis industri gasifikasi batu bara.

PTBA menargetkan proyek gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim rampung pada 2030, setelah groundbreaking dilakukan pada 29 April 2026.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menjelaskan rencana investasi dimatangkan oleh Danantara dan proyek akan dikerjakan bersama mitra teknologi yang pemilihannya masih berlangsung.

"Insyaallah 2030 [rampung]. Investasi sedang dimatangkan oleh Danantara. Mitra teknologi sedang dalam proses pemilihan. Belum bisa diumumkan," kata Turino kepada Bloomberg Technoz, Selasa (5/5/2026).

Turino menambahkan calon mitra teknologi berasal dari berbagai negara, namun ia enggan merinci sumber teknologi yang akan digunakan dalam proyek tersebut.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed