Puan Maharani Ungkap APBN 2027 Mendekati Rp 4.000 Triliun

Smallest Font
Largest Font

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027 yang akan dibacakan oleh Presiden Prabowo Subianto diperkirakan mendekati Rp 4.000 triliun, sebagaimana disampaikan dalam Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Puan menyatakan angka tersebut sangat besar dan merupakan pilihan politik untuk digunakan sebagai sumber daya negara dengan program prioritas yang harus dirasakan masyarakat.

"Mungkin tidak ada satupun di antara kita yang pernah melihat banyaknya uang sebesar hampir Rp 4.000 triliun. Angka itu begitu besarnya bahkan sangat besar," ujar Puan.

Dia menjelaskan bahwa besaran APBN telah meningkat signifikan dalam 16 tahun terakhir. Pada tahun 2000, APBN sebesar Rp 197 triliun, lalu menjadi Rp 1.126 triliun pada 2010, naik hampir enam kali lipat. Untuk tahun 2026, APBN mencapai Rp 3.842 triliun, naik hampir 20 kali lipat dibanding tahun 2000, menurut catatan Puan, dilansir dari Detik Finance.

Puan merinci program prioritas dalam APBN 2027 yang meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur dan perumahan, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan. Semua program ini dianggap sebagai satu kesatuan politik pembangunan nasional.

Dalam pembahasan APBN 2027, DPR menekankan beberapa hal penting. Pertama, pendapatan negara harus dihimpun secara adil tanpa melemahkan daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha. Kedua, belanja negara harus berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi hasil.

Ketiga, defisit dan utang harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab, dengan memperhatikan manfaat dan risiko bagi generasi mendatang. "Kebijakan hari ini tidak boleh meninggalkan beban yang tidak adil bagi generasi yang akan datang," kata Puan.

Keempat, transfer ke daerah harus memperkuat pelayanan publik, ekonomi lokal, dan pemerataan pembangunan.

Puan menegaskan bahwa APBN bukan sekadar angka dan program, tapi ukuran keberhasilannya adalah sejauh mana kebijakan dan anggaran mampu membuka jalan bagi rakyat hidup lebih baik.

"Oleh karena itu maka, ukuran keberhasilan kita dalam menyusun APBN adalah sejauh mana kebijakan, program dan anggaran mampu membuka jalan bagi rakyat untuk hidup lebih baik," pungkasnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed