Sistem Kekerabatan Matrilineal Umumnya Dijumpai di Wilayah Indonesia Tertentu

Smallest Font
Largest Font

Sistem kekerabatan matrilineal yang menurunkan garis keturunan dan warisan melalui jalur ibu banyak dijumpai di beberapa daerah di Indonesia hingga saat ini, terutama di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Sistem ini membedakan pola warisan dan pengelolaan harta pusaka dari sistem patrilineal yang lebih umum.

Sistem matrilineal menempatkan garis keturunan utama melalui ibu. Harta pusaka seperti tanah dan rumah diwariskan dari ibu kepada anak perempuan dan saudara perempuan, sementara anak laki-laki biasanya tidak menerima warisan utama tersebut, tetapi mewarisi pendapatan atau harta yang diperoleh ayah.

Dalam perkawinan yang disebut "perkawinan bertandang," suami mengikuti garis keturunan istri dan tinggal di rumah keluarga istri. Tidak ada konsep harta bersama antara suami dan istri dalam sistem ini, dan suami tidak bertanggung jawab secara ekonomi terhadap istri dan anak-anaknya.

Peran Perempuan dan Laki-laki

Perempuan dalam sistem matrilineal sering memegang peran penting dalam pengambilan keputusan keluarga dan masyarakat, termasuk memilih dan mencopot kepala suku. Namun, otoritas keluarga biasanya dipegang oleh laki-laki, terutama saudara laki-laki ibu (paman), yang berperan sebagai pelindung dan pembimbing keponakan.

Contoh Suku dengan Sistem Matrilineal

Beberapa suku di Indonesia yang menganut sistem matrilineal adalah:

  • Minangkabau di Sumatera Barat
  • Dayak di Kalimantan Barat
  • Toraja di Sulawesi Selatan
  • Komunitas terbatas di Nusa Tenggara

Di antara suku-suku tersebut, Minangkabau dikenal memiliki sistem matrilineal yang kuat, di mana perempuan memiliki kekuatan adat yang dihormati sebagai penerus garis keturunan dan pengelola harta pusaka.

Perbandingan Sistem Matrilineal dan Patrilineal

Berbeda dengan sistem patrilineal yang menurunkan garis keturunan dan warisan melalui ayah, sistem matrilineal menurunkan keduanya melalui ibu. Perbedaan ini berdampak pada struktur keluarga, hubungan sosial, dan pengelolaan harta pusaka di komunitas yang mengadopsi sistem tersebut.

AspekMatrilinealPatrilineal
Garis KeturunanMelalui ibuMelalui ayah
Warisan UtamaKepada anak perempuanKepada anak laki-laki
Peran SuamiTinggal di rumah istri, tidak bertanggung jawab ekonomiTinggal di rumah sendiri, bertanggung jawab ekonomi
Otoritas KeluargaLaki-laki sebagai paman ibuAyah atau kepala keluarga laki-laki

Peran Sosial dan Budaya

Dalam masyarakat yang menganut sistem matrilineal, nama suku dan identitas anak mengikuti garis ibu. Laki-laki berperan sebagai pelindung dan pembimbing, terutama bagi keponakan yang merupakan penerus garis keturunan ibu.

Menurut laporan Media Indonesia, perempuan dalam sistem ini sering punya hak dan kekuasaan adat yang kuat, termasuk dalam pengambilan keputusan adat dan sosial di komunitasnya.

"Perempuan Minangkabau memiliki peran sentral sebagai penerus garis keturunan dan pengelola harta pusaka," ujar seorang pakar antropologi yang dikutip dari Media Indonesia.
Sistem kekerabatan matrilineal dalam adat minangkabau | Nikenya Keni

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow