Wamendikdasmen Tegaskan PJJ Solusi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah

Smallest Font
Largest Font

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjadi solusi untuk mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Indonesia, seperti disampaikan saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PJJ 2026/2027.

Data Kemendikdasmen per Juni 2026 mencatat sebanyak 1,16 juta ATS berusia 16-18 tahun. Dari jumlah itu, 870 calon murid lolos verifikasi pada tahun ini untuk mengikuti PJJ.

PJJ dirancang untuk anak-anak yang putus sekolah karena kendala jarak geografis, keterbatasan mobilitas, harus bekerja sambil belajar, dan kondisi khusus lainnya.

"PJJ adalah jembatan emas bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan agar tetap memperoleh pendidikan bermutu. Tempat dan cara belajarnya boleh berbeda, tetapi hak, mutu layanan, dan kesempatan mereka untuk berhasil harus tetap sama," ujar Fajar dalam keterangan resminya, Selasa (4/8/2026).

Fajar menekankan bahwa layanan PJJ harus diikuti dengan pendampingan terbaik agar anak-anak yang kembali belajar dapat bertahan, lulus, dan melanjutkan pendidikan atau bekerja.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengapresiasi keberadaan PJJ yang memungkinkan pendidikan dapat diakses di 800 pulau, termasuk wilayah Maluku.

"Pendidikan bukan hanya tentang gedung sekolah. Yang terpenting setelah MPLS adalah anak-anak tetap belajar dan memperoleh ilmu serta keterampilan agar dapat melanjutkan kuliah atau bekerja," ujar Sherly.

Fajar juga menekankan bahwa negara harus aktif dalam mendata ATS, mengajak mereka kembali ke sekolah, serta memberikan pendampingan.

"PJJ menunjukkan bahwa negara bukan hanya hadir, tetapi juga menjemput bola. Melalui kerja bersama pemerintah pusat dan daerah, kita ingin menjangkau anak-anak yang selama ini berada di luar layanan pendidikan dan mengembalikan mereka kepada pendidikan, harapan, dan cita-citanya," tambah Fajar.

Kemendikdasmen menjalankan PJJ dengan dukungan 132 sekolah, terdiri dari 33 sekolah induk dan 99 sekolah mitra, dengan strategi 5P: pendataan, penjangkauan, penjaringan, pendampingan, dan penuntasan.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed