Alejandro Balde Tegaskan Barcelona Tak Takut Real Madrid di La Liga
Alejandro Balde menegaskan Barcelona tidak takut menghadapi Real Madrid meski rivalnya kini dilatih Jose Mourinho dan aktif berbenah pada bursa transfer musim panas, dilansir dari Bola.
Balde menilai peluang meraih gelar tetap besar bagi Barcelona jika timnya konsisten sepanjang musim La Liga. Madrid memang kedatangan banyak pemain baru dan pelatih baru, namun Barcelona harus fokus pada peningkatan performa sendiri.
Menurut Balde, duel El Clasico penting tapi bukan penentu utama gelar La Liga. Konsistensi hasil sepanjang musim menjadi faktor krusial karena liga berjalan panjang dan hanya dua kali bertemu Madrid.
"Real Madrid tetaplah salah satu tim terbaik dunia. Namun kami harus fokus pada diri sendiri. Jika kami melakukan segalanya dengan benar, kami bisa meraih hal-hal besar," ujar Balde.
"Kami tidak takut kepada Real Madrid. Sepak bola dimainkan oleh 11 lawan 11, dan nama besar di lapangan tidak berarti apa pun. Nasib La Liga bergantung pada kami sendiri," tegasnya.
Balde menambahkan bahwa kehadiran Mourinho dan aktivitas transfer Madrid tidak mengubah prinsip dasar Barcelona untuk mengendalikan diri mereka sendiri.
Sebagai bek kiri berusia 22 tahun, Balde menempatkan pengembangan pribadi sebagai prioritas utama musim 2026-2027. Ia ingin terus belajar dan meningkatkan kontribusi untuk tim.
"Target pertama saya adalah terus berkembang dan belajar. Saya masih muda dan punya banyak ruang untuk tumbuh," kata Balde.
Ambisi kolektif Barcelona juga tinggi setelah dua musim sukses bersama Hansi Flick, hampir memenangkan semua gelar domestik. Mereka ingin melanjutkan tren itu dan menargetkan Liga Champions tanpa terobsesi.
"Kami harus melangkah sedikit demi sedikit dan bekerja keras. Kami punya skuad dengan delapan juara dunia dan kepercayaan diri tinggi. Saya yakin hal besar menanti kami," lanjut Balde.
Balde meyakini kedalaman skuad membuat Barcelona kuat untuk bersaing di semua kompetisi dan menjaga ritme kemenangan sepanjang musim.
Selain itu, Balde memuji perkembangan Lamine Yamal yang berusia 19 tahun dan dinilai punya potensi besar jika konsisten.
"Apa yang dia capai pada usia 19 tahun luar biasa. Jika dia menjadikannya target, dia bisa jadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah," ujar Balde.
"Dia sahabat terbaik saya di ruang ganti, rendah hati dan dekat dengan semua orang. Saya hanya bisa mengatakan hal baik tentang dia," tambahnya.
Mengenai duel di latihan, Balde mengakui menghentikan Yamal sulit tapi mungkin karena mereka saling mengenal sangat baik setelah bertahun-tahun bermain bersama.
"Ya, dia bisa dihentikan walau sulit. Kami sudah lama bermain bersama dan saling mengenal," kata Balde.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow