Wamen ESDM Sebut PLTP Sarulla Butuh Investasi Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan

Smallest Font
Largest Font

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, membutuhkan investasi sebesar Rp2,6 triliun untuk memulihkan kapasitas produksinya ke 330 Megawatt (MW), kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, Jumat (31/7/2026), dilansir dari Suara.

Penurunan tekanan uap di sumber panas bumi membuat daya produksi PLTP Sarulla menurun dari 330 MW menjadi sekitar 220 MW saat ini.

Yuliot menyatakan pemulihan produksi PLTP Sarulla akan dimulai dengan penyelesaian proses administrasi yang ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

"Perlu ada tambahan investasi baru itu diperkirakan sekitar 160 juta US untuk mengembalikan kembali ke kapasitas 330 MW dari potensi yang ada 1.100 MW," ujar Yuliot.

Setelah administrasi selesai, peningkatan kapasitas pembangkit akan dilakukan secara bertahap hingga kapasitas optimal kembali pada periode 2027–2028.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi potensi energi panas bumi di wilayah tersebut yang mencapai 1.100 MW secara keseluruhan.

PLTP Sarulla berada di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, dioperasikan oleh konsorsium Sarulla Operations Ltd. (SOL).

Pembangkit ini terdiri atas tiga unit operasi dengan kapasitas masing-masing 110 MW, yakni Unit Silangkitang yang beroperasi sejak Maret 2017, Unit Namora-I-Langit 1 yang beroperasi sejak Oktober 2017, dan Unit Namora-I-Langit 2 yang mulai beroperasi pada Mei 2018.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow