Awkarin Diperiksa Polisi Terkait Kasus Penipuan Umrah Hanania Group

Smallest Font
Largest Font

Selebgram Karin Novilda atau Awkarin diperiksa di Polda Metro Jaya pada 29 Juni 2026 terkait dugaan penipuan jemaah umrah oleh Hanania Group yang terjadi pada 2022, dilansir dari Suara.

Penyidik mengajukan 33 pertanyaan mengenai hubungan kerja sama promosi berbasis barter fasilitas umrah yang melibatkan Awkarin. Ia menjalani pemeriksaan intensif didampingi kuasa hukumnya, Artahsasta Prasetyo Santoso.

Artahsasta menjelaskan kerja sama tersebut bukan berupa endorse berbayar, melainkan barter, di mana Awkarin mendapat fasilitas umrah gratis sebagai imbalan mengunggah konten di media sosialnya.

"Kerja samanya murni natura atau barter. Hanania memberikan fasilitas umrah, dan Ibu Karin melakukan posting daily story di Instagram. Total ada 12 postingan, terdiri dari 9 foto dan 3 video reels," ujar Artahsasta.

Meski begitu, Awkarin mengakui sempat menerima uang saku saat keberangkatan dan telah menyerahkan uang tersebut kepada penyidik untuk disita.

"Klien kami telah mengembalikan uang saku kepada penyidik untuk dilakukan penyitaan. Mengenai nominalnya, silakan tanyakan kepada penyidik karena setiap influencer jumlahnya berbeda-beda," tambah Artahsasta.

Awkarin menegaskan kerja sama tersebut terjadi pada Juli hingga Agustus 2022, bukan saat kasus penipuan mencuat pada 2024.

"Kami bekerja sama itu sekitar dua tahun yang lalu. Kami tidak tahu-menahu apakah uang yang digunakan untuk membiayai kami saat itu berasal dari dana jemaah atau bukan. Itu ranah penyidik," kata Awkarin.

Di akhir pemeriksaan, Awkarin menyatakan dukungan agar kasus ini segera terang benderang dan korban mendapatkan keadilan.

"Aku mau meluruskan dan bekerja sama dengan kepolisian agar para korban bisa mendapatkan hak-haknya kembali dan mendapatkan keadilan. Kami di sini ada di pihak korban dan siap mengawal kasus ini sampai tuntas," tuturnya.

Kasus Hanania Group kini menjadi sorotan setelah ribuan calon jemaah melaporkan dugaan penggelapan dana umrah. Kehadiran publik figur diharapkan membantu polisi memetakan aliran dana dan operasional perusahaan tersebut di masa lalu.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: suara.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed