Bamsoet Apresiasi Tiffney Juara 1 Pilmapres Nasional 2026
Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI ke-15 sekaligus anggota DPR RI, memberikan apresiasi tinggi kepada Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH), yang berhasil meraih juara 1 dalam Program Sarjana Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026, menurut dilansir dari Detikcom.
Tiffney sebelumnya telah menjuarai Pilmapres Tingkat Wilayah LLDIKTI III dan lolos ke tingkat nasional setelah bersaing ketat dengan ratusan mahasiswa dari 17 wilayah LLDIKTI. Dari 60 mahasiswa yang lolos ke tingkat nasional, Tiffney menjadi salah satu dari 19 finalis dan akhirnya keluar sebagai pemenang.
Bamsoet menegaskan bahwa prestasi Tiffney menunjukkan kapasitas akademik, daya pikir kritis, kemampuan riset, kreativitas, dan keberanian berinovasi mahasiswa Indonesia, termasuk yang berasal dari perguruan tinggi swasta.
"Prestasi Tiffney Tyara Setyoko patut kita apresiasi setinggi-tingginya. Ia telah menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia, termasuk dari perguruan tinggi swasta, memiliki kapasitas akademik, daya pikir kritis, kemampuan riset, kreativitas, serta keberanian berinovasi yang mampu bersaing di tingkat nasional," ujar Bamsoet.
Selain itu, Bamsoet menyoroti inovasi Tiffney berupa Smart Febrile Patch, sebuah wearable sensor non-invasif berbasis keringat untuk skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi bergejala demam. Alat ini dianggap aplikatif karena membantu masyarakat menentukan waktu yang tepat untuk mencari bantuan medis.
"Smart Febrile Patch memperlihatkan bagaimana persoalan sehari-hari dapat menjadi pintu masuk sebuah inovasi. Teknologi kesehatan semestinya diarahkan untuk membuat masyarakat lebih cepat mengenali kondisi tubuhnya dan mengambil keputusan yang tepat," jelas Bamsoet.
Bamsoet juga mengaitkan inovasi ini dengan tantangan global resistensi antibiotik yang meningkat signifikan, yang menurut data WHO 2023, satu dari enam kasus infeksi bakteri telah resisten terhadap obat.
"Ketika diagnosis terlambat atau informasi awal mengenai kondisi pasien terbatas, ada risiko masyarakat melakukan pengobatan sendiri atau menggunakan antibiotik secara tidak tepat. Karena itu, inovasi diagnostik dan skrining dini harus menjadi bagian dari strategi kesehatan nasional," kata Bamsoet.
Pemerintah Indonesia kini memperkuat pengawasan resistensi antimikroba melalui survei nasional yang melibatkan ribuan pasien di rumah sakit dan laboratorium di berbagai provinsi, hasil kerja sama Kementerian Kesehatan dan WHO.
Menurut Bamsoet, prestasi Tiffney diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem riset kesehatan di Indonesia dengan dukungan dari perguruan tinggi, pemerintah, rumah sakit, industri, dan lembaga penelitian agar gagasan inovatif dapat berkembang dan diimplementasikan secara luas.
"Prestasi Tiffney harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem riset kesehatan di Indonesia. Mahasiswa perlu diberi ruang untuk mengembangkan ide sejak di bangku kuliah, sementara perguruan tinggi, pemerintah, rumah sakit, industri, dan lembaga penelitian harus membangun jembatan agar gagasan tersebut dapat bergerak dari ruang kompetisi menuju laboratorium, uji lapangan, uji klinis, hingga apabila terbukti aman dan efektif dapat diimplementasikan secara luas," pungkas Bamsoet.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow