Dampak Berita Politik Terhadap Kesehatan Mental Anak Muda
Apakah kamu pernah membuka media sosial dengan niat hanya lima menit, tetapi ternyata sudah lebih dari satu jam kamu masih membaca perdebatan politik yang seolah tidak ada habisnya? Kemudian kamu mulai merasa lelah karena setiap membuka timeline selalu ada berita politik yang membuat dirimu cemas, kecewa, atau mungkin marah.
Jika iya, kamu tidak sendirian.
Anak muda tidak dapat dilepaskan dari paparan informasi digital. Hampir setiap saat anak muda mengakses media massa digital maupun media sosial. Informasi yang menghampiri lini massa kalian juga tidak dapat terlepas dari ramainya berita dan ulasan politik negara. Setiap hari kamu disuguhi berbagai informasi politik yang kontroversi penuh sensasi tetapi minim solusi.
Ramainya politik negara tampil dalam pertarungan narasi di media sosial, yang sulit dibedakan antara fakta dan opini, maupun antara kepentingan bangsa dan kepentingan kelompok. Sementara sebagai anak muda, kamu juga memiliki kepentingan untuk dapat hidup tenang, nyaman, dan stabil di negara ini. Ramainya politik negara membuat banyak anak muda memunculkan kecemasan terkait ketidakpastian masa depan. Anak muda juga menyuarakan kekecewaan dan kejenuhan terhadap gimmick para elite lewat media sosial seperti platform Thread atau X. Fenomena ini berakibat pada munculnya sikap apatis dan situasi kelelahan mental yang berujung pada penurunan wellbeing anak muda.
Apa Itu Wellbeing?
Wellbeing menurut para tokoh psikologi merupakan suatu kondisi subyektif individu yang tampil dalam tingginya kepuasan hidup, banyaknya emosi positif, baiknya relasi sosial, dan memiliki arti serta tujuan hidup yang besar (meaning).
Kondisi wellbeing yang baik akan membuat anak muda merasa bahagia, tampil aktif dan bersemangat menjalani hidup, tahan menghadapi stress, serta mampu melakukan aktualisasi diri atau menunjukkan potensi terbaik di hidupnya. Wellbeing yang baik akan membantu anak muda tetap berpikir jernih, dengan suasana hati yang tenang, sehingga dapat mengambil keputusan dan tindakan dengan lebih bijaksana.
Cara Menjaga Wellbeing
Di tengah situasi ramainya politik saat ini, menjaga wellbeing tidak berarti bersikap apatis dan menutup mata terhadap kondisi negara. Berikut adalah 3 hal dasar yang dapat dilakukan untuk menjaga wellbeing anak muda tetap baik di tengah ramainya berita politik negara.
1. Mengikuti informasi, bukan tenggelam dalam informasi.
Pada dasarnya, otak manusia lebih mudah untuk menangkap informasi yang mengandung ancaman dibandingkan kabar baik. Hal ini disebut sebagai negativity bias. Jadi menjadi wajar jika berita tentang konflik, kriminal, dan perdebatan panas lebih banyak menarik perhatian dibandingkan berita positif. Akibatnya, tanpa sadar kamu terjebak dalam perilaku doomscrolling-kebiasaan terus-menerus membaca berita negatif yang justru membuat kita merasa semakin cemas dan lelah.
Mengikuti informasi bukan berarti harus mengetahui dan mencari setiap komentar, unggahan, maupun perdebatan yang ada. Untuk tahu informasi tentang politik, pilihlah (hanya) beberapa sumber informasi yang kamu anggap kredibel. Selanjutnya tentukan waktu tertentu untuk membaca berita politik.
Sadarilah jika kamu telah cukup lama scrolling pada satu perdebatan tertentu. Jangan takut dan merasa bersalah ketika mengambil jeda.
Mematikan notifikasi selama beberapa jam, melakukan aktifitas lain seperti berolahraga, membaca buku, bertemu teman, atau tidur lebih awal bukan berarti kita tidak peduli pada bangsa. Jeda adalah cara mengisi ulang energi agar kita dapat kembali berpikir dengan kepala dingin. Beranikan diri untuk keluar dari pusaran informasi yang kamu baca sebelum dirimu tenggelam karena arusnya.
2. Menyadari bahwa informasi di sekita kita bukan hanya tentang politik
Kehidupanmu sebagai anak muda lebih luas dibandingkan politik. Kondisi politik negara memang memengaruhi banyak aspek kehidupan, tetapi keseharian kita juga dibentuk oleh kegiatan lain yang dilakukan dengan keluarga dan teman.
Hidup kamu juga meliputi saat kuliah, bekerja, berolahraga, dan bersantai. Jangan biarkan satu isu mengambil seluruh ruang perhatianmu hingga dirimu melupakan hal-hal yang juga memberi makna dalam hidup.
3. Mencoba berteman dengan orang yang memiliki pandangan politik berbeda
Jangan membatasi teman, hubungan sosial yang sehat merupakan salah satu faktor terpenting dalam wellbeing. Kecenderungan manusia (hanya) akan berteman dengan orang yang sepandangan, dan menganggap orang lain dengan opini berbeda sebagai lawan. Misalnya, saat kamu tidak suka dengan satu kebijakan politik tertentu, kamu akan cenderung berteman dengan orang yang berpendapat sama denganmu sehingga yang dibicarakan adalah hal-hal negatif dan terus menyalahkan. Tanpa kamu sadari kondisi ini akan membuatmu terus merasa benar, yang justru akan menyulut kekecewaan dan kemarahan.
Padahal mungkin saja orang yang memiliki pandangan berbeda akan membawa informasi berbeda yang membuat wawasanmu terhadap suatu isu menjadi lebih luas. Kamu akan bisa melihat persepsi dan fakta lain sekaligus akan lebih memahami kelompok lain. Berbeda pilihan politik tidak harus berarti kehilangan rasa hormat atau persahabatan dengan orang lain. Membatasi pertemanan karena prasangka justru akan membuat dirimu menjadi khawatir dan takut untuk menjalani hidup serta tampil di masyarakat.
Menjadi anak muda yang peduli terhadap politik dan masa depan Indonesia adalah suatu hal yang patut diapresiasi. Namun, kepedulian tidak harus dibayar dengan kelelahan dan kecemasan terus-menerus. Anak muda tetap bisa mengikuti perkembangan politik, bersikap kritis, dan menyuarakan pendapat tanpa kehilangan kondisi wellbeing positif. Anak muda yang dibutuhkan Indonesia bukan hanya peduli dan kritis, tapi juga memiliki kesehatan mental psikologis yang baik, bahkan di situasi yang sedang tidak baik-baik saja.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow