Kenali 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Tekanan Darah Tinggi

Smallest Font
Largest Font

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering berkembang tanpa gejala, sehingga disebut silent killer. Kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah secara bertahap.

Beberapa pola hidup yang perlu diwaspadai antara lain konsumsi makanan ultra-processed food (UPF), yang mengandung banyak bahan tambahan seperti pengawet dan pemanis. Menurut profesor John P. Higgins dari McGovern Medical School, pola makan tinggi lemak jenuh dan makanan olahan berdampak pada kerusakan pembuluh darah serta kenaikan berat badan, yang meningkatkan risiko hipertensi.

Selain itu, asupan gula berlebih juga memicu resistensi insulin dan mengaktifkan sistem saraf simpatik, merusak dinding pembuluh darah. Ahli jantung Aaron Feingold menjelaskan bahwa peradangan akibat gula dapat mengurangi kemampuan pembuluh darah untuk melebar secara normal.

Stres kronis akibat pekerjaan, hubungan, atau keuangan menyebabkan pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan detak jantung. Olahraga teratur, tidur cukup, dan menghindari rokok dapat membantu mengelola stres.

Kurang tidur berkualitas di bawah tujuh jam secara konsisten juga mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan tekanan darah. Penelitian mengaitkan kurang tidur terutama akibat apnea tidur dengan hipertensi yang sulit diatasi.

Kebiasaan duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik berkontribusi pada penambahan berat badan dan kerusakan pembuluh darah. Ahli jantung dari Johns Hopkins, John P. Higgins, menyatakan bahwa aktivitas aerobik secara rutin dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik hingga 5-8 mmHg.

Kekurangan cairan tubuh juga dapat meningkatkan tekanan darah sementara karena jantung harus bekerja lebih keras mengedarkan darah. Spesialis penyakit dalam dr. Aru Ariadno menyarankan konsumsi air putih sekitar dua liter per hari sesuai kebutuhan tubuh.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr. Maria Endang Sumiwi, menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin untuk mendeteksi perubahan kondisi tubuh secara dini. Data Cek Kesehatan Gratis menunjukkan dari 9,2 juta orang yang kembali diperiksa pada 2026, satu juta di antaranya mengalami hipertensi, meskipun sebelumnya tidak terdeteksi.

Informasi ini dikutip dari Detik Health sebagai peringatan agar masyarakat memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi tekanan darah dan risiko penyakit serius seperti jantung dan stroke.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow