Dinkes DKI Pastikan Nakes Mencibir Pasien BPJS Bukan Pegawai Pemprov
Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan tenaga kesehatan yang memberi komentar mencibir pasien BPJS Kesehatan di media sosial bukan pegawai fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan hasil penelusuran menunjukkan tidak ada tenaga kesehatan yang viral itu bekerja di 31 rumah sakit umum daerah maupun puskesmas milik Pemprov DKI.
"Terkait kasus yang kemarin, beberapa nakes yang terindikasi melakukan tindakan pencibiran di medsos, ada lima tenaga kesehatan dan tenaga medis, tidak ada satupun yang merupakan nakes yang bekerja di faskes milik Pemprov DKI," ujar Ani di Balai Kota DKI Jakarta.
Ani menambahkan ada satu tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit di Jakarta, namun rumah sakit tersebut bukan milik Pemprov DKI.
"Memang ada salah satu yang bekerja di salah satu rumah sakit yang ada di Jakarta," kata Ani.
Ia menegaskan tenaga kesehatan tersebut bukan aparatur sipil negara maupun pegawai fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI, sehingga pembinaan menjadi tanggung jawab pimpinan rumah sakit tempatnya bekerja.
"Iya ada satu dan itu bukan ASN DKI, bukan tenaga kesehatan dan medis yang bekerja di faskes DKI. Kalau milik Pemprov di 31 RSUD dan di Puskesmas itu tidak ada. Jadi nanti tanggung jawabnya pada pimpinan masing-masing," jelasnya.
Meski demikian, Dinkes DKI tetap berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait. Ani menyampaikan pembinaan tenaga kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara Dinas Kesehatan, organisasi profesi, Konsil Kedokteran Indonesia, dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan.
"Dalam hal ini kapasitas Pemprov adalah kami melakukan koordinasi dengan pimpinan rumah sakit karena pembinaan nakes pada dasarnya menjadi kerja bersama antara kami Dinas Kesehatan, organisasi profesi, KKI, dan tentunya secara detail tanggung jawab tindakannya akan dilanjutkan dengan pimpinan dari rumah sakitnya," pungkas Ani.
Kasus ini bermula saat tenaga kesehatan tersebut memberi komentar di unggahan pasien BPJS di Threads dengan tulisan, "Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," yang dilihat Jumat (7/8/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow