Ketegangan Geopolitik Dorong Harga Minyak dan Tekan Pasar Saham AS
Kenaikan risiko geopolitik menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak ke US$83 dan menekan pasar saham serta obligasi Amerika Serikat, memicu kekhawatiran inflasi menjelang laporan ketenagakerjaan Jumat ini, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Indeks S&P 500 mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut, dengan saham Sandisk Corp. dan Western Digital Corp. merosot akibat perkiraan kinerja yang mengecewakan investor. Nilai tukar dolar AS justru menguat.
Ketegangan meningkat setelah Iran mengumumkan rencana melarang kapal AS dan Israel melintasi Selat Hormuz serta menuntut kompensasi dari negara-negara yang dianggap bermusuhan, sebelum mengizinkan akses jalur air vital tersebut. Media setempat melaporkan rencana kesepakatan Iran-Oman untuk mengelola Selat Hormuz.
Kantor berita Fars menyatakan angkatan laut Iran menyerang "target-target musuh" di pintu masuk Selat Hormuz, mempertegas eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Ulrike Hoffmann-Burchardi dari UBS Chief Investment Office mengatakan, "Risiko jangka pendek masih ada, terutama jika data AS tetap kuat, harga minyak terus memicu kekhawatiran inflasi, atau pasar terus memperhitungkan jalur suku bunga Federal Reserve yang lebih cenderung menaikkan suku bunga." Ketegangan geopolitik ini terjadi di tengah tekanan dari pejabat The Fed untuk menaikkan suku bunga guna meredam inflasi.
Vail Hartman dari BMO Capital Markets menambahkan, data terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja yang tangguh, memperkuat asumsi bahwa inflasi akan menjadi faktor utama keputusan bank sentral pada September.
Menurut Hartman, para pemberi kerja di AS diperkirakan meningkatkan perekrutan pada Juli, menunjukkan permintaan tenaga kerja yang stabil meski inflasi masih membayangi. Ekonom memperkirakan laporan ketenagakerjaan Jumat ini akan mencatat penambahan 80.000 lapangan kerja, setelah kenaikan 57.000 pada Juni yang lebih rendah dari ekspektasi.
Clark Bellin dari Bellwether Wealth menyatakan, "Laporan ketenagakerjaan hari Jumat menjadi sangat penting bagi pasar mengingat betapa pesatnya reli pasar saham selama sepekan terakhir; pada akhirnya, kita perlu melihat angka yang tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah agar pasar dapat terus bergerak naik secara bertahap."
Jumlah pengajuan tunjangan pengangguran tetap stabil di bawah 200.000 selama tiga minggu berturut-turut. Laporan lain menunjukkan produktivitas tenaga kerja meningkat lebih cepat dari perkiraan pada kuartal kedua, sebagai respons perusahaan terhadap kenaikan biaya.
Bellin mencatat, "Pasar tenaga kerja tetap tangguh di tengah suku bunga yang tinggi dan peningkatan produktivitas akibat AI. Kami masih melihat banyak perusahaan mempertahankan tenaga kerja mereka meskipun investasi di bidang AI mulai berjalan."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow