Dokter Gizi Ingatkan Risiko Hipertensi Akibat Konsumsi Natrium Berlebih
Sebuah video viral menunjukkan penjual mi ayam menuang penyedap rasa dalam jumlah sangat banyak, mengingatkan risiko hipertensi yang tinggi akibat konsumsi natrium berlebihan, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Data Kementerian Kesehatan menyebutkan dari sekitar 52 juta peserta dewasa yang mengikuti pemeriksaan tekanan darah melalui Program Cek Kesehatan Gratis, sekitar 4,9 juta orang mengalami hipertensi dan 5,5 juta orang dalam kondisi prehipertensi. Tekanan darah tinggi juga ditemukan pada sekitar 2,2 juta anak usia sekolah dan remaja.
Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga mulai muncul di usia yang lebih muda. Salah satu faktor penting adalah tingginya asupan natrium dalam pola makan sehari-hari yang tidak hanya berasal dari garam dapur atau micin tapi juga dari saus dan bumbu yang sering dikonsumsi tanpa disadari.
Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan pentingnya memperhatikan total asupan natrium dari seluruh makanan yang dikonsumsi, bukan hanya dari penyedap rasa.
"Yang bikin saya khawatir, bukan cuman micinnya, tapi juga total natrium dari saus dan bumbunya. Kalau kebiasaan makan seperti ini terus-menerus, asupan natrium bisa berlebihan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam," ujar dr Yaze.
Kementerian Kesehatan menganjurkan konsumsi natrium maksimal 2.000 mg per hari, termasuk dari seluruh asupan makanan dan minuman, bukan hanya garam yang ditambahkan saat memasak. Saus sambal, saus tomat, kecap, bumbu instan, dan makanan olahan juga menyumbang asupan natrium harian.
Meski begitu, dr Yaze menilai bahwa sesekali menikmati makanan dengan tambahan saus bukan masalah, asalkan tidak menjadi kebiasaan harian.
"Sesekali mungkin ini enggak masalah, yang bahaya kalau ini dilakukan setiap hari. Kalau lagi pengen jajan seperti tadi, enggak masalah kok. Yang penting minta saus secukupnya, perbanyak sayur dan buah, dan imbangi makanan yang rendah garam di waktu makan berikutnya," ucapnya.
Dia juga menyarankan untuk menambah konsumsi sayur dan buah serta memilih makanan rendah garam sebagai langkah menjaga asupan natrium sesuai anjuran.
"Ingat ya, yang menentukan kesehatan bukan karena 1 kali makan, tapi adalah kebiasaan makan kamu setiap hari," tutup dr Yaze.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow