DPRD Jabar Tekankan Pentingnya Data Akurat dalam Sensus Ekonomi 2026 di Cirebon
Sensus Ekonomi 2026 di Kota Cirebon telah mencapai 103.246 responden atau 70,75 persen dari target 145.922, dengan pendataan berlangsung hingga 31 Agustus 2026, kata Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran. Pelaksanaan sensus ini memiliki peran penting dalam menyediakan data ekonomi yang akurat untuk mendukung kebijakan pemerintah yang tepat sasaran, terutama di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian investasi. Anggota DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady, menegaskan bahwa kualitas kebijakan publik sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan.
"Keputusan yang diambil berdasarkan data yang salah, bisa dipastikan keputusannya juga salah," ujar Daddy, dikutip dari Antara.
Menurut Daddy, data valid dari sensus akan membantu pemerintah merancang kebijakan yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan dunia usaha, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi. Ia juga menjelaskan bahwa manfaat sensus tidak hanya untuk pemerintah tetapi juga pelaku usaha dalam memetakan perkembangan sektor ekonomi dan merancang strategi pengembangan usaha.
"Saya kira petugas sensus juga perlu menjelaskan apa yang mereka cari dan apa hasil akhirnya," tambah Daddy, mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar partisipasi meningkat dan data yang diperoleh berkualitas. Daddy yang mengikuti proses pendataan di Kabupaten Cirebon berharap masyarakat memberikan data sesuai kondisi sebenarnya agar gambaran aktivitas ekonomi di lapangan lebih utuh.
Samiran menjelaskan pendataan lapangan dimulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, melibatkan 229 petugas mitra dan tiga pegawai organik, sebagai kelanjutan dari pengisian kuesioner mandiri sejak April hingga Juni. Hasil sensus diharapkan menjadi basis data ekonomi komprehensif untuk mendukung kebijakan berbasis bukti yang lebih efektif dan efisien.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow