FIFA Terapkan Jeda Tiga Menit di Piala Dunia 2026 dan Menuai Kritik

Smallest Font
Largest Font

FIFA menerapkan jeda selama tiga menit di tengah masing-masing babak pada Piala Dunia 2026, kebijakan ini memicu kritik dari pelatih dan pemain sepak bola karena dinilai mengganggu ritme pertandingan, dilansir dari Bola.

Aturan jeda ini juga dimanfaatkan stasiun televisi di Amerika Serikat sebagai ruang iklan dengan tarif mencapai 200 ribu hingga 300 ribu dolar AS untuk iklan 30 detik, dan naik hingga 750 ribu dolar AS pada fase akhir turnamen. Selain itu, durasi jeda pada partai final mencapai 27 menit, melebihi batas maksimal 15 menit dalam Laws of the Game.

Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengkritik kebijakan ini. "Saya tidak menyukainya. Saya hanya setuju jika kondisinya benar-benar ekstrem. Namun, jika cuacanya baik, jeda seperti itu tidak diperlukan," ujar Pochettino.

Mantan kiper Manchester United, Ben Foster, menilai jeda tersebut berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain, terutama yang berusia di atas 32 tahun. "Saya berharap ada sepeda statis di ruang ganti karena para pemain harus segera bergerak lagi. Tubuh bisa cepat menjadi kaku," kata Foster kepada talkSPORT Drive.

Foster menyebut pertandingan kini terbagi menjadi empat bagian dengan durasi babak yang tidak lagi 45 menit penuh. "Babak pertandingan sekarang bahkan tidak lagi benar-benar berdurasi 45 menit, melainkan seperti empat kuarter. Saya tidak akan terkejut jika jeda seperti ini perlahan masuk ke Premier League." Ia juga menilai faktor finansial menjadi alasan utama kebijakan ini terus dipertahankan.

Menurut Foster, jeda hidrasi FIFA yang diterapkan bahkan di stadion dengan pengatur suhu membuat pertandingan seolah terbagi empat segmen. Ia memperkirakan kompetisi domestik, termasuk Premier League, bisa mengikuti cara serupa. "Sebagai suporter, tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk menghentikannya. VAR diperkenalkan dan hampir semua orang membencinya," ujarnya.

Foster menduga UEFA akan menguji coba aturan serupa di Liga Champions secara bertahap, dengan klub-klub mendapat tambahan pemasukan. "Mereka mungkin akan melakukan semacam uji coba diam-diam di Liga Champions. Klub-klub bisa saja mengatakan mereka mendapat tambahan pemasukan," jelasnya. Meski begitu, UEFA sudah menyatakan tidak akan menerapkan aturan ini, dan beberapa pelatih Eropa menyuarakan ketidaksukaan terhadap jeda tersebut.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengatakan, "jeda di tengah babak mengganggu dan mengubah identitas pertandingan sepak bola."

Selain kontroversi aturan jeda, FIFA juga mendapat sorotan lain selama Piala Dunia 2026. Penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, mendapat penangguhan hukuman kartu merah setelah Presiden AS, Donald Trump, menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, meminta keputusan ditinjau ulang.

Harga tiket selama turnamen terus naik, dengan harga tiket final mencapai 2,3 juta dolar AS. Kompetisi juga diwarnai isu politik, seperti larangan masuk bagi beberapa suporter dan wasit, termasuk wasit asal Somalia, Omar Artan, yang ditolak masuk saat tiba di Bandara Miami.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed