Gempa Magnitudo 7,7 di NTT Sebabkan 47 Orang Meninggal dan Ribuan Mengungsi
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur yang memicu 341 gempa susulan dan menyebabkan 47 orang meninggal dunia, dilansir dari Detikcom.
Korban terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai dengan 23 jiwa meninggal dan Manggarai Timur 17 jiwa. Korban lain tersebar di Kabupaten Sikka (4 jiwa), Manggarai Barat (1 jiwa), Ende (1 jiwa), dan Nagekeo (1 jiwa). Selain itu, 101 warga mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Gempa juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan. Kerusakan meluas ke fasilitas publik termasuk 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintah. Bencana memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi.
"Guncangan gempa yang telah diikuti oleh 341 kali aktivitas gempa susulan ini memicu dampak kehancuran yang signifikan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Pengungsi terbanyak di Kabupaten Sikka mencapai 3.356 jiwa, tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan pengungsian mandiri di 10 titik dengan 2.000 jiwa. Kabupaten Manggarai memiliki 2.078 jiwa pengungsi, sementara Nagekeo melaporkan 500 jiwa pengungsi.
"Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar," tambah Berton.
Prioritas utama saat ini adalah pemenuhan hak dasar dan logistik bagi para pengungsi, terutama di Kabupaten Manggarai yang membutuhkan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih, dan genset.
Tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan pendataan dan verifikasi lokasi terdampak untuk mendukung penanganan bencana lebih lanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow