Guru Fisika Sumut Ubah Pandangan dan Gunakan AI untuk Pendidikan

Smallest Font
Largest Font

Fajar Darojat, guru fisika di SMAN 1 Matauli Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengubah pandangannya terhadap kecerdasan buatan (AI) setelah mengikuti pelatihan AI generatif IndonesiapandAI yang diselenggarakan oleh Amazon Web Services (AWS) dan YPKBI.

Awalnya, Fajar enggan mempelajari AI karena menganggap teknologi itu hanya alat untuk mencontek. Namun, setelah mencoba pelatihan tersebut, pandangannya berubah menjadi melihat AI sebagai asisten belajar yang bermanfaat bagi siswa.

Fajar mengembangkan aplikasi pembelajaran fisika berbasis AI menggunakan platform PartyRock dari AWS. Aplikasi ini tidak hanya menjelaskan konsep dan rumus fisika, tetapi juga menampilkan ilmuwan terkait, contoh penerapan, referensi bacaan, dan soal latihan dengan umpan balik langsung. Aplikasi tersebut juga mampu mengevaluasi jawaban siswa dalam bahasa Inggris, sesuai dengan program internasional yang diikuti Fajar.

"Saya sadar AI memang bisa dimanfaatkan sebagai alat mencontek kalau kita lihat dari sisi negatif. Tapi kalau kita lihat dari sisi positifnya, AI bisa dimanfaatkan sebagai learning assistant," ujar Fajar di AWS Summit Jakarta.

Fajar juga berhasil meraih sertifikasi AWS Certified AI Practitioner, dengan materi yang sebagian besar berfokus pada pemahaman konsep AI, bukan hanya produk AWS. Ia menilai pengalaman membangun aplikasi AI jauh lebih berharga daripada sekadar mempelajari teori.

"Informasi yang saya dapat terkait AWS PartyRock ini benar-benar sangat bermanfaat. Terlepas saya mendapatkan sertifikat atau tidak, saya memang sudah merencanakan menggunakan ini di kelas," kata Fajar.

Tidak hanya untuk dirinya sendiri, Fajar berencana membagikan pengalaman dan alat tersebut kepada guru lain di lingkungan sekolahnya agar mereka dan siswa lain dapat merasakan manfaatnya.

"Saya ingin menyebarkan tools ini dulu di lingkungan sekolah, karena saya sudah merasakan manfaatnya. Saya ingin guru-guru lain juga merasakan manfaatnya, dan siswa di kelas lain juga bisa menggunakannya," ujar Fajar.

Fajar merasa bangga karena pencapaian sertifikasi ini membuktikan bahwa guru dari daerah pinggiran dapat mencapai standar profesional di bidang AI.

"Meraih sertifikasi AWS AI menunjukkan kepada saya bahwa seorang guru dari daerah pinggiran dapat mencapai standar yang sama dengan para profesional di bidang ini. Sekarang saya merasa percaya diri untuk mengajarkan AI kepada siswa dan rekan-rekan pendidik saya, karena saya tidak hanya membicarakannya. Saya sudah memanfaatkan dan berkembang bersamanya," kata Fajar.

Sementara itu, Head APJ Market Expansion & Strategic Partnerships AWS, Yashinta Bahana, menyatakan bahwa melalui program IndonesiapandAI, AWS ingin membangun peserta yang mampu menciptakan solusi AI nyata, bukan hanya menggunakan teknologi tersebut.

"Kami ingin membangun para builders, bukan sekadar orang yang memakai AI. Karena itu peserta tidak hanya belajar, tetapi juga diminta membuat aplikasi menggunakan AI," ujar Yashinta.

Sejak 2017, AWS telah membantu lebih dari 1,3 juta masyarakat Indonesia mengembangkan keterampilan cloud dan AI melalui program pelatihan, sertifikasi, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan, dilansir dari Detik iNET.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow