Kalender Jawa September 2026 dengan Weton dan Neptu Lengkap

Smallest Font
Largest Font

Kalender Jawa untuk bulan September 2026 memuat informasi lengkap mengenai weton, pasaran, dan nilai neptu yang berbeda setiap harinya, seperti dikutip dari Bloombergtechnoz.

Sistem penanggalan Jawa menggabungkan hari dalam seminggu dengan salah satu dari lima pasaran Jawa, yakni Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi ini dikenal sebagai weton, yang memiliki nilai neptu berdasarkan angka tertentu untuk hari dan pasaran.

Nilai neptu hari dalam kalender Jawa adalah: Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9), dan Minggu (5). Sedangkan nilai neptu untuk pasaran adalah: Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), dan Kliwon (8).

Contohnya, Selasa Legi memiliki nilai neptu 8, hasil penjumlahan dari neptu Selasa (3) dan Legi (5). Jumat Kliwon memiliki neptu 14, berasal dari Jumat (6) dan Kliwon (8).

Kalender Jawa September 2026 mengikuti siklus tujuh hari dan lima pasaran secara berurutan. Tanggal 1 September jatuh pada Selasa Legi dengan neptu 8, sementara 2 September adalah Rabu Pahing dengan neptu 16.

Sepanjang bulan, weton dan nilai neptu berganti mengikuti pola yang sama. Misalnya, 5 September merupakan Sabtu Kliwon dengan neptu 17, dan 12 September adalah Sabtu Pahing dengan neptu tertinggi di bulan itu, yaitu 18.

Selain pergantian hari dan pasaran, bulan September 2026 juga menandai transisi dalam kalender Jawa dari bulan Mulud menuju Bakda Mulud. Bulan Mulud berlangsung hingga 13 September, sementara 14 September menjadi awal bulan Bakda Mulud dalam sistem penanggalan Jawa.

Dengan demikian, bulan September 2026 mencakup dua bulan berbeda dalam kalender Jawa, yaitu Mulud dan Bakda Mulud, yang masing-masing memiliki perhitungan tanggal dan weton tersendiri hingga akhir bulan.

Keberadaan kalender Jawa yang masih digunakan sebagian masyarakat menunjukkan nilai budaya dan tradisi yang terus dipertahankan. Weton dan neptu dipakai sebagai pertimbangan dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai acara seperti hajatan, pindah rumah, dan tradisi adat lainnya.

Walaupun kalender Masehi menjadi acuan utama dalam aktivitas modern, kalender Jawa tetap mempunyai peran penting dalam konteks sosial dan budaya di masyarakat Jawa hingga saat ini.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed