Kebakaran Hutan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Padam Setelah 12 Hari

Smallest Font
Largest Font

Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil dipadamkan setelah 12 hari. Tidak ditemukan titik api pada Jumat pagi (14/8) namun proses pendinginan dan pemantauan tetap dijalankan untuk mencegah kebakaran kembali.

Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan menjelaskan bahwa meskipun tidak ada titik api, masih ditemukan hotspot sehingga dilakukan pendinginan dan pembersihan melalui darat dan udara, dilansir dari Detik Travel.

Berdasarkan pantauan Manggala Agni dan tim gabungan hingga pukul 15.00 WIB Jumat (14/8), tidak ada nyala api aktif ditemukan. Namun, bara api masih ada di beberapa lokasi bekas terbakar sehingga petugas melakukan pendinginan bersama Satgas Penanganan Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jawa Timur.

Pendinginan bertujuan memastikan bara api di vegetasi dan material bekas terbakar benar-benar padam, karena kondisi kering dan angin kencang berpotensi memicu kebakaran ulang. Operasi pemadaman udara dengan helikopter BNPB dijadwalkan melakukan enam penerbangan jika cuaca mendukung.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyebut kondisi kebakaran kini relatif terkendali berkat kerja sama berbagai pihak seperti BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat.

"Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali. Perkembangan ini merupakan hasil kerja keras petugas di lapangan bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, masyarakat, relawan, dan seluruh pihak terkait. Namun kami tetap berhati-hati karena masih terdapat bara dan selalu ada kemungkinan munculnya api kembali. Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan," ujar Ristianto.

Setelah pendinginan selesai, Satgas akan memeriksa fasilitas umum dan sarana pelayanan wisata di kawasan Bromo untuk memastikan keamanan dan kelayakan sebelum dibuka kembali bagi wisatawan.

Ristianto menambahkan, "Kami memahami masyarakat dan para pelaku wisata menantikan informasi mengenai pembukaan kembali kawasan. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada hasil evaluasi lapangan yang menyeluruh. Pendinginan perlu dituntaskan, kondisi kawasan harus dipastikan aman, dan fasilitas wisata harus diperiksa terlebih dahulu.

Keselamatan pengunjung, masyarakat, dan petugas tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi."

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat dan wisatawan menunggu pengumuman resmi terkait pembukaan kembali TNBTS. Pengunjung yang sudah membeli tiket daring dapat mengajukan pengembalian dana atau penjadwalan ulang sesuai ketentuan berlaku.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed