Kontingen Sumatera Barat Hadapi Kendala Perjalanan di Jambore Nasional 2026
Kontingen Sumatera Barat menghadapi kendala perjalanan selama tiga hari menuju Jambore Nasional 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026), dilansir dari Detikcom.
Perjalanan mereka melalui jalur laut dan darat sempat terhambat akibat dua kali kerusakan mesin mobil yang mengangkut rombongan. Kerusakan pertama terjadi di Bungo, Jambi, dan yang kedua saat memasuki wilayah Palembang, Sumatera Selatan.
"Sampai di Bungo mobilnya rusak. Alhamdulillah bisa siap lagi. Terus sampai Palembang, rusak lagi," ujar Razaq Kurniawan, salah satu kontingen asal Pondok Pesantren Nurul Iman Sumbar.
Setiap kerusakan menyebabkan mereka menunggu sekitar tiga jam di pinggir jalan. Meski begitu, mereka tetap bersyukur karena sampai dengan selamat di Jakarta.
Sesampainya di Jakarta, para peserta merasa takjub dengan pemandangan gedung pencakar langit dan situasi perkotaan yang sangat berbeda dari daerah asal mereka di Dharmasraya, Sumatera Barat.
"Kaget pas sampai Jakarta. Karena kita dari kampung, di Dharmasraya nggak ada kota-kota (besar). Lihat bangunan bertingkat yang besar-besar itu kaget," ungkap Zen Yoan Shera dari MTsN Dharmasraya.
Selain itu, mereka juga merasakan perbedaan cuaca yang lebih panas dan kemacetan yang tidak biasa mereka alami di daerah asal.
"Cuacanya juga beda Kak. Lebih gerah di sini," kata Razaq.
Meski lelah dan menghadapi kendala, para peserta memastikan kondisi kesehatan tetap stabil dan berharap dapat terpilih mengikuti Jambore Dunia.
"Harapan kami, mudah-mudahan kami terpilih menjadi Jamdun," ujar Razaq.
Para peserta juga senang bisa berinteraksi dan mengikuti berbagai kegiatan seperti permainan persaudaraan, outbound, serta upacara apel pembukaan dan gladi bersih di panggung utama.
"Udah banyak Kak, permainan persaudaraan, ada outbound tadi Kak. Upacara apel pembukaan, gladi bersih di panggung utama," kata Zen.
Jambore Nasional 2026 merupakan yang ke-12 dan bertepatan dengan Hari Pramuka ke-65. Acara ini diikuti sekitar 21.000 Pramuka Penggalang dari seluruh provinsi di Indonesia.
Tema Hari Pramuka ke-65 tahun ini adalah "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045" dan tema Jambore Nasional XII adalah "Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan".
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow