Jose Mourinho Ungkap Roman Abramovich Veto Rekrut Samuel Eto'o di Chelsea 2006
Jose Mourinho mengungkap kisah di balik bursa transfer Chelsea pada tahun 2006, saat Roman Abramovich memveto keinginannya untuk merekrut Samuel Eto'o sebagai striker baru klub asal London itu, dilansir dari Bola.
Mourinho yang saat itu menjadi pelatih Chelsea dalam era keemasan membawa klub meraih dua gelar Premier League beruntun pada 2005 dan 2006. Ia juga berperan dalam mendatangkan sejumlah pemain top seperti Didier Drogba, Arjen Robben, dan Michael Essien.
Namun pada awal musim ketiganya, hubungan Mourinho dengan Abramovich mulai renggang, terutama menyangkut kebijakan transfer pemain. Abramovich mendorong klub mendatangkan Andriy Shevchenko dari AC Milan pada Mei 2006, meski Mourinho tidak pernah menginginkan pemain asal Ukraina tersebut.
"Abramovich memiliki gairah luar biasa terhadap sepak bola, tetapi dia sama sekali tidak memahami situasinya," ujar Mourinho dalam dokumenter Netflix berjudul Mourinho.
"Shevchenko berada di meja negosiasi karena hubungannya dengan pemilik, hubungannya dengan para agen. Saya tidak pernah ingin merekrutnya, tetapi saya tidak pernah mengatakan hal itu kepada siapa pun. Itu juga menjadi tanggung jawab saya," kata Mourinho.
Mourinho mengungkapkan pemain yang sebenarnya ingin didatangkannya adalah Samuel Eto'o, yang saat itu sedang dalam performa puncak bersama Barcelona dengan mencetak 34 gol sebelum musim 2006/2007.
Karier Shevchenko di Chelsea tidak berjalan sesuai harapan dengan hanya empat gol di Premier League pada musim pertamanya dan total 14 gol di semua kompetisi. Mourinho kemudian meninggalkan Chelsea dan melanjutkan karier ke Inter Milan.
Di Inter Milan, Mourinho akhirnya bekerja sama dengan Eto'o yang mencetak 16 gol dan membantu klub meraih trofi Liga Champions. Inter juga berhasil mengalahkan Chelsea dengan agregat 3-1 di babak 16 besar Liga Champions.
"Saya bermain melawan Roman pada pertandingan itu. Saya bermain melawan orang yang memecat saya. Saya pulang dengan bahagia dan dia pulang dengan kecewa," ujar Mourinho.
"Saya tahu betapa dia mencintai Chelsea dan betapa dia mencintai kemenangan. Tetapi saya membutuhkan balas dendam," tambahnya.
"Sepak bola adalah milik orang-orang seperti saya. Yang lain adalah penyusup yang tidak seharusnya berada di sana. Sepak bola adalah milik pemain, pelatih, dan fans. Sepak bola akan selalu menjadi milik kami," tutup Mourinho.
Mourinho kembali ke Chelsea pada 2013 dan bekerja sama kembali dengan Eto'o, meski performa Eto'o sudah tidak lagi di masa terbaiknya. Eto'o mencetak sembilan gol di Premier League dan 13 gol di semua kompetisi sebelum meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan Everton.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow