Korea Selatan Targetkan Pendaratan di Bulan pada 2030 dalam Strategi Teknologi Baru
Korea Selatan menargetkan misi pendaratan di Bulan pada tahun 2030 sebagai bagian dari strategi teknologi besar yang diumumkan pemerintahnya, dilansir dari Detik iNET. Strategi ini termasuk dalam inisiatif Seven Major SEED yang mencakup tujuh bidang teknologi strategis seperti energi nuklir, energi terbarukan, komputasi kuantum, antariksa, bioteknologi, dan rantai pasok mineral penting. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan bahwa strategi ini bertujuan agar negara tidak hanya bergantung pada teknologi yang sudah menjadi kekuatan utama saat ini.
"Tujuh proyek SEED yang kita bahas hari ini akan menjadi mesin pertumbuhan generasi berikutnya dan aset strategis nasional utama," ujar Lee dalam pertemuan di Blue House.
Selain target pendaratan Bulan pada 2030, pemerintah Korea Selatan juga menargetkan misi pendaratan kedua pada 2032 dan pengembangan jaringan komunikasi satelit orbit rendah Bumi secara mandiri pada 2035. Pemerintah berencana mengembangkan kemampuan antariksa domestik, pusat data di luar angkasa, serta pesawat komersial generasi berikutnya, menandakan fokus pada pembangunan ekosistem teknologi dan industri antariksa.
Sebelumnya, Korea Selatan telah mengirim wahana Danuri untuk mengorbit Bulan pada 2022 sebagai langkah pengembangan eksplorasi Bulan. Strategi SEED juga mencakup pengembangan energi nuklir dengan target komersialisasi small modular reactor (SMR) dalam negeri pada 2035 dan pembangunan SMR non-light-water pada dekade 2030-an.
Korea Selatan juga mengejar pembangkitan listrik berbasis energi fusi pada akhir 2030-an serta pengembangan energi terbarukan seperti sel surya ultraefisien dan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai. Di bidang komputasi kuantum, pemerintah menargetkan prosesor kuantum domestik dengan 100 qubit yang telah dikoreksi kesalahannya pada 2029 dan menjadi salah satu negara terdepan dalam manufaktur chip kuantum pada 2035. "Kami akan membantu benih-benih ini tumbuh dan membangun Korea Selatan yang tidak dapat ditandingi siapa pun dalam 10 atau 20 tahun," ujar Menteri Sains Bae Kyung-hoon.
Selain itu, Korea Selatan berencana memperluas penerapan kecerdasan buatan di sektor bioteknologi, termasuk pembangunan infrastruktur AI-bio pada 2030 dan komersialisasi produk brain-computer interface (BCI) pada 2035.
BCI adalah teknologi yang menerjemahkan sinyal aktivitas otak menjadi perintah untuk perangkat elektronik dan juga termasuk penggunaan AI untuk penemuan obat dan terapi gen. Pemerintah juga mengalokasikan 10 triliun won hingga 2030 untuk pengembangan teknologi material dan komponen penting, sambil memperluas pemrosesan dan daur ulang mineral kritis serta mendiversifikasi sumber pasokan. Lee menekankan bahwa keputusan saat ini akan menentukan posisi Korea Selatan di masa depan.
"Apakah kita menjadi pemimpin yang menikmati peluang tanpa batas atau pengikut yang menghadapi risiko tertinggal bergantung pada pilihan kita," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow