Menko PMK Instruksikan Pembentukan Satgas untuk Penanganan Korban Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) daerah untuk mempercepat penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingat lokasi pengungsian dan daerah terdampak tersebar di beberapa titik.

Instruksi tersebut disampaikan Pratikno dalam keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (18/8/2026) setelah meninjau lokasi pengungsian korban gempa Magnitudo 7 di Flores, tepatnya di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Senin (17/8).

Pratikno yang didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi dan mendengarkan langsung aspirasi warga terdampak gempa di lokasi pengungsian terpusat.

"Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," ujar Pratikno.

Pratikno dan Suharyanto mencatat berbagai kebutuhan penting yang harus dipenuhi melalui koordinasi antara BNPB, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

"Malam ini kita pastikan tenda-tenda pengungsi yang lebih layak dapat didirikan, sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal sementara yang lebih baik di sini," kata Suharyanto.

Letjen TNI Suharyanto juga menjelaskan bahwa bantuan logistik dan peralatan pendukung telah dikirim dari Pos Logistik Nasional BNPB di Labuan Bajo melalui jalur darat menuju Kabupaten Manggarai dan sebagian bantuan telah tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

"Bantuan yang telah tersedia selanjutnya segera didistribusikan menuju lokasi pengungsian untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak," ujar Suharyanto.

Dalam pemenuhan kebutuhan pangan, BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Warga pengungsi akan mendapatkan makanan tiga kali sehari dengan memperhatikan kebutuhan gizi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kemensos. Nanti dapur umum akan menyuplai kebutuhan makanan para pengungsi sehari-hari selama di pengungsian," jelas Suharyanto.

Untuk pelayanan kesehatan, BNPB bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan menambah tenaga medis serta memperkuat ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis agar warga terdampak mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan.

"Untuk Kemenkes, akan ditambah tenaga medis beserta obat-obatan dan peralatan penunjang medis," tambah Suharyanto.

Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, Suharyanto menyerahkan bantuan logistik secara langsung kepada warga sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar selama pengungsian pascagempa bumi.

Informasi ini dilansir dari Detikcom.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed