Orang Utan Sumatera Melahirkan Bayi Betina di Cagar Alam Jantho Aceh
Seekor orang utan Sumatera bernama Wenda melahirkan bayi betina di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho, Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu (29/7) sekitar pukul 16.30 WIB, dilansir dari Detik Travel.
Orang utan dengan nama ilmiah Pongo abelii ini melahirkan bayi yang diperkirakan berusia kurang dari satu minggu. Tanda kehamilan Wenda mulai teridentifikasi sejak Januari 2026 melalui perubahan fisik yang diamati selama monitoring.
Kelahiran bayi ini menjadi bukti keberhasilan program rehabilitasi dan pelepasliaran satwa liar yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Kementerian Kehutanan bersama mitra konservasi.
Wenda sendiri merupakan orang utan sitaan yang dibawa ke Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan-SOCP Sibolangit pada 2009 saat usianya sekitar satu tahun. Pada 2013, Wenda dipindahkan ke Pusat Reintroduksi Jantho dan dilepasliarkan pada 2014. Selama hidup di alam liar, Wenda rutin dipantau oleh tim Post Release Monitoring (PRM).
Kepala Balai KSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyatakan keberhasilan ini hasil sinergi antara pemerintah, mitra konservasi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orang utan Sumatera.
"Komitmen untuk menjaga kelestarian Cagar Alam Jantho sebagai habitat orang utan sumatera dengan memperkuat pengawasan, meningkatkan kolaborasi dengan mitra konservasi, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dari ancaman perusakan dan perdagangan satwa liar. Keberhasilan ini adalah kerja bersama, dan kami percaya bahwa dengan sinergi semua pihak masa depan orang utan sumatera dan habitatnya akan tetap terjaga," ujar Ujang.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan kelahiran bayi orang utan tersebut sebagai simbol harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan yang sangat bernilai.
"Kelahiran bayi orang utan di Cagar Alam Jantho bukan hanya kabar gembira, tetapi juga sebagai pengingat bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan," kata Raja Juli Antoni.
Pemerintah berkomitmen memperkuat konservasi satwa, menindak perdagangan ilegal, dan memastikan orang utan yang dilepasliarkan dapat hidup, beradaptasi, dan berkembang biak di habitat aslinya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow