Phoebe Gates Dituduh Praktik Cookie Stuffing di Startup Phia
Phoebe Gates, putri Bill Gates, bersama dengan rekannya Sophia Kianni, dituduh melakukan praktik cookie stuffing pada startup mereka, Phia, yang bernilai miliaran dolar, sebagaimana dilaporkan oleh Detik iNET.
Phia adalah asisten belanja digital yang beroperasi dengan menanamkan cookie berlebih pada web untuk mengklaim komisi dari penjualan mitra ritel secara tidak sah. Perusahaan mengaku baru mengetahui masalah ini dalam 24 jam terakhir, meskipun laporan Bloomberg menyebut mereka sudah sadar selama tujuh bulan.
Ariel Givner, pendiri dan pengacara di Givner Law, memperingatkan bahwa cookie stuffing biasanya dianggap sebagai penipuan elektronik federal di pengadilan Amerika Serikat dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda.
"Biasanya ini dianggap sebagai penipuan elektronik federal di pengadilan AS. Ada kemungkinan hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara ditambah denda/restitusi," ujar Ariel Givner.
Juru bicara Phia menyatakan bahwa fitur yang menyebabkan salah atribusi sudah dihapus sejak 7 Juli, dan mereka sedang meninjau semua transaksi serta berkomitmen mengembalikan dana kepada mitra yang dirugikan.
"Setiap fitur yang menyebabkan salah atribusi segera dihapus lebih dari sebulan lalu pada 7 Juli. Kami sedang meninjau tiap transaksi, kami berkomitmen penuh dan mulai pengembalian dana ke mitra merek sebagai akibat dari salah atribusi apa pun dan kami mempekerjakan Head of Compliance untuk memastikan hal seperti ini tak pernah terjadi lagi," kata jubir Phia.
Phia mengumpulkan dana sebesar USD 30 juta pada 2025 dari sejumlah penyokong terkenal dan beroperasi sebagai ekstensi browser yang membantu pelanggan menemukan kode diskon saat berbelanja online.
Ketika pembeli menggunakan kode kupon Phia, software tersebut menanamkan cookie yang melacak aktivitas untuk mengklaim komisi atas penjualan. Namun, Kianni dan Phoebe diduga mengetahui adanya fitur yang menanamkan cookie walau pembeli tidak menggunakan aplikasi mereka.
Praktik cookie stuffing ini diketahui terjadi sejak Desember dan melibatkan penjualan di beberapa toko besar seperti Nike, Gap, dan Nordstrom, yang menjadi sumber pendapatan utama Phia.
Setelah fitur ini dinonaktifkan pada Juli, pendapatan harian Phia anjlok dari sekitar USD 80.000 menjadi antara USD 10.000 hingga USD 28.000, menurut Bloomberg. Pada Juni, cookie stuffing menyumbang sekitar 51% dari nilai penjualan yang diklaim.
Jubir Phia menambahkan bahwa penurunan pendapatan juga disebabkan oleh penonaktifan sebagian besar upaya monetisasi, dan menyebut analisis Bloomberg berlebihan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow