Pelatih Singapura Gunakan Parkour untuk Latih Keseimbangan Lansia

Smallest Font
Largest Font

Teknik parkour yang biasanya diasosiasikan dengan aktivitas remaja kini diadaptasi untuk membantu lansia meningkatkan keseimbangan dan kebugaran di Singapura, seperti dikutip dari Detik Health. Negara kota ini menghadapi tantangan peningkatan angka harapan hidup serta populasi yang menua, dimana pada 2025 lebih dari 20 persen penduduknya berusia di atas 65 tahun, menjadikan Singapura sebagai negara "super-aged". Program yang dinamakan Movement Singapore ini didirikan oleh Tan Shie Boon pada November 2017 dengan tujuan membantu lansia mengatasi masalah keseimbangan melalui latihan parkour yang aman dan terukur.

Pelatih berusia 33 tahun ini awalnya tergerak membuka kelas setelah seorang perempuan berusia 64 tahun ingin belajar parkour untuk memperbaiki keseimbangan. Dalam dua bulan, perempuan tersebut mampu berjalan tanpa alat bantu troli.

Latihan parkour intensif ini mengajarkan peserta cara jatuh dengan aman dan menghindari cedera serius, yang sangat penting untuk menjaga kepercayaan diri lansia dalam bergerak. Betty Boon, pensiunan berusia 69 tahun, menyatakan setelah tiga tahun berlatih, ia mampu membawa kopernya naik tangga curam di stasiun kereta Jepang tanpa bantuan keluarga.

"Rasanya luar biasa, saya baru menyadari bahwa saya ternyata bisa melakukan itu," ujarnya. Selain manfaat fisik, kelas ini juga menjadi sarana sosial yang menyenangkan untuk mempererat hubungan dengan teman-teman, sekaligus meningkatkan kekuatan, kelenturan, dan kesehatan jantung.

Minat terhadap kelas ini terus meningkat signifikan, didukung oleh viralnya akun Instagram Movement Singapore yang menampilkan aktivitas peserta lansia. Tan menyatakan bahwa keberhasilan peserta menunjukkan bahwa kemampuan fisik yang luar biasa bukan hanya milik anak muda, melainkan juga dapat dicapai oleh lansia dengan latihan yang tepat. "Teruslah membuktikan kepada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan lebih dari yang selama ini Anda kira," kata Tan.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow