Presiden Prabowo Tegaskan Pembangunan Giant Sea Wall untuk Lindungi Pantura Jawa
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pembangunan Giant Sea Wall (GSW) untuk melindungi Pantai Utara Jawa dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Proyek raksasa ini dirancang sebagai tanggul laut sepanjang 575 kilometer yang membentang dari Serang hingga Gresik dan telah dimulai sejak Maret 2026. Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan dari rencana awal 20 tahun menjadi 15 tahun, dengan groundbreaking pada awal 2027, dilansir dari Detik iNET.
Menurut data Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum, penurunan muka tanah di Pantura mencapai 10-20 sentimeter per tahun akibat eksploitasi air tanah berlebihan, memperparah risiko banjir rob yang juga dipicu oleh kenaikan muka air laut.
Prabowo menegaskan bahwa pembangunan tanggul ini tidak boleh menunggu bencana terjadi dan mencontohkan Belanda sebagai negara yang lebih dulu membangun infrastruktur perlindungan pesisir. "Kita juga harus membangun Giant Sea Wall, tanggul besar untuk mengamankan pantai utara Pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan," ujar Prabowo.
Dia menambahkan, "Jangan kita tunggu bencana datang, kita harus belajar dari negara lain." Prabowo berharap GSW dapat menjadi 'sabuk perlindungan' bagi jutaan warga serta menyelamatkan puluhan ribu hektare wilayah yang mulai tenggelam akibat kenaikan muka laut.
Selain menahan air laut, GSW juga dirancang sebagai infrastruktur air bersih dan jalur pertumbuhan baru yang dapat membangun kemampuan anak bangsa. Hal ini sejalan dengan pendekatan pemerintah yang mengutamakan perlindungan pesisir secara terintegrasi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pendukung seperti tanggul modular multifungsi dan teknologi hybrid eco-engineering yang menggabungkan struktur teknik dan solusi berbasis alam, serta sistem breakwater modular, untuk meningkatkan fungsi GSW tidak hanya sebagai pelindung tetapi juga penangkap energi gelombang dan jalur transportasi.
Proyek ini menghadapi tantangan besar karena kondisi di sepanjang Pantura berbeda-beda, mulai dari ancaman abrasi, kepadatan penduduk, aktivitas industri, hingga ekosistem pesisir yang harus diperhatikan dalam perancangan tanggul agar efektif jangka panjang.
Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan proyek ini berkaitan dengan hajat hidup puluhan juta rakyat dan masa depan industri di kawasan Pantura dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. "Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura. Dan kita harus ingat, berapa persen industri kita ada di kawasan-kawasan di pantai utara, mulai Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Jadi masa depan industri kita juga dipertaruhkan," ujarnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow