Prabowo Ungkap Perkembangan Sekolah Unggul Garuda dan SMA Taruna Nusantara

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto mengungkap perkembangan program Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang kini telah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi, dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Program ini berkembang dari 12 sekolah pada 2025 menjadi 42 sekolah pada 2026, meliputi 30 sekolah tambahan di tahun ini, menurut Prabowo yang dilansir dari Bloombergtechnoz.

Prabowo menjelaskan bahwa prinsip keadilan dalam pendidikan bukan berarti perlakuan yang sama untuk seluruh daerah dan siswa, melainkan dukungan diberikan sesuai kebutuhan masing-masing.

"Adil itu bukan berarti negara memberi perlakuan sama, tapi dukungan sesuai kebutuhan," ujar Prabowo Subianto.

Menurutnya, sekolah-sekolah unggulan tersebut menggunakan kurikulum nasional yang disesuaikan dengan standar tertinggi sekolah terbaik dunia, serta mempersiapkan siswa melanjutkan pendidikan ke universitas terbaik dunia.

"Apa yang membedakan? Ini pakai kurikulum nasional sesuai dengan standar tertinggi sekolah-sekolah terbaik dunia dan kita siapkan untuk masuk universitas terbaik dunia," kata Prabowo.

Selain program Sekolah Unggul Garuda, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan telah membangun lima SMA Taruna Nusantara baru di Cimahi, Malang, Pagar Alam, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Minahasa yang sudah beroperasi dan menjalankan tahun ajaran, tambah Prabowo.

"Saudara-saudara, sekolah unggul Garuda Transformasi, sekarang sudah menjangkau 42 sekolah di 15 provinsi, terdiri dari 12 sekolah 2025 dan 30 sekolah tambahan 2026," ujar Prabowo.

"Kita juga sekarang melalui Kementerian Pertahanan telah memiliki lima SMA Taruna Nusantara yang baru di Cimahi, Malang, Pagar Alam, IKN dan Minahasa," tambahnya.

Prabowo menyebut SMA Taruna Nusantara pertama berada di Magelang. Selain itu, Kepolisian RI bersama LPK TB menyelesaikan pembangunan satu kampus SMA Taruna Bhayangkara.

Dia menilai keberadaan sekolah yang dikembangkan oleh TNI dan Polri dapat mendorong kompetisi positif dalam meningkatkan prestasi.

"TNI dan Polri berkompetisi dalam kebaikan, itu yang kita inginkan, kompetisi baik dalam kebaikan," ujar Prabowo.

"Kalau saya puji TNI, Kapolri agak resah. Saya puji Kapolri, TNI agak resah. Ini yang kita kehendaki, kompetisi yang baik. Bersaing dalam kebaikan untuk capai prestasi yang lebih baik lagi," kata Prabowo.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed