PT Sumber Global Energy Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Semester I 2026
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih pada semester I tahun 2026, meski terdapat beberapa tantangan pada aspek likuiditas dan piutang usaha, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Pendapatan bersih SGER naik 6,7% year-on-year menjadi Rp4,33 triliun dari Rp4,06 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat menjadi Rp137,95 miliar dari Rp126,75 miliar.
Beban pokok pendapatan perusahaan bertambah menjadi Rp4,03 triliun sehingga laba kotor tumbuh 24,3% menjadi Rp301,27 miliar dibandingkan Rp242,44 miliar tahun lalu.
Beban operasional seperti beban umum dan administrasi naik menjadi Rp82,34 miliar dari Rp63,87 miliar, sementara beban keuangan meningkat menjadi Rp82,9 miliar dari Rp61,88 miliar.
Meski laba naik, kualitas aset lancar perlu diwaspadai. Piutang usaha pihak ketiga melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp773,08 miliar per Juni 2026, dari Rp357,57 miliar pada Desember 2025. Kenaikan piutang ini jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan pendapatan.
Akun uang muka masih jadi aset utama dengan nilai Rp3,39 triliun atau 56% dari total aset Rp6,01 triliun, jauh melampaui kas dan bank yang hanya Rp270,02 miliar serta aset tetap Rp936,21 miliar.
Likuiditas perusahaan juga menurun. Saldo kas dan bank turun menjadi Rp270,02 miliar dari Rp361,27 miliar akhir 2025. Pada semester pertama, arus kas bersih untuk aktivitas operasi negatif Rp30,11 miliar meskipun laba bersih Rp140,31 miliar.
Tekanan arus kas operasi antara lain disebabkan pembayaran bunga Rp82,55 miliar dan pajak penghasilan Rp59,38 miliar.
Dari sisi pendanaan, utang bank jangka pendek turun menjadi Rp862,31 miliar dari Rp1,39 triliun, namun utang jangka panjang naik menjadi Rp800,6 miliar dari Rp471,1 miliar. Utang obligasi jangka panjang juga naik menjadi Rp86,7 miliar dari Rp9,47 miliar.
Perubahan ini menunjukkan pergeseran komposisi utang ke tenor lebih panjang, meski beban keuangan tetap meningkat selama semester pertama.
Aset tetap bertambah menjadi Rp936,21 miliar dari Rp830,46 miliar, dan total ekuitas meningkat menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,37 triliun. Kenaikan laba komprehensif juga didukung keuntungan translasi mata uang asing sebesar Rp74,92 miliar.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow