Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani Sambut Anak Pertama Melalui IVF
Rifky Alhabsyi dan istrinya, Yulia Rahmayani, menyambut kelahiran putra pertama mereka, Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, setelah sembilan tahun menunggu melalui program bayi tabung di Smart Fertility Clinic, dengan proses persalinan di Primaya Evasari Hospital, dilansir dari Suara.
Pasangan ini menjalani prosedur bayi tabung setelah Yulia menjalani operasi pengangkatan kedua tuba falopi yang membuat kehamilan alami tidak memungkinkan. Program IVF dimulai pada Februari 2025 dengan Ovum Pick Up dan dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer pada September 2025. Dua minggu setelah transfer embrio, tanda kehamilan muncul.
Rifky mengungkapkan, "Perjalanan kami untuk mendapatkan buah hati bukan proses yang mudah. Selama bertahun-tahun kami belajar untuk tetap kuat, pasrah namun tidak menyerah, dan saling mendukung satu sama lain."
Pasangan ini mencari referensi dari tujuh dokter dan satu profesor sebelum memilih menjalani IVF di Smart Fertility Clinic. Rifky juga menyatakan, "Alhamdulillah akhirnya berjodoh dengan Smart Fertility Clinic. Kami juga memilih Primaya Evasari Hospital sebagai tempat persalinan karena sejak awal datang sudah terasa homey, nyaman, dan memiliki layanan yang lengkap."
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital, dr. Darma Syanty, menjelaskan, "Pada kasus dengan kerusakan tuba yang sudah tidak dapat berfungsi, IVF menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh kehamilan."
dr. Darma menambahkan, "Kehamilan yang terjadi benar-benar menjadi anugerah yang sangat berarti." Ia juga mengapresiasi optimisme pasangan ini selama proses program IVF, meski hanya satu embrio yang berhasil berkembang menjadi kehamilan sehat.
Yulia menjalani persalinan dengan metode ERACS yang dikombinasikan dengan TAP Block di Primaya Evasari Hospital untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri pasca operasi. Rifky bersyukur bisa mendampingi langsung proses persalinan sang istri, "Saya bahkan bisa ikut mendampingi proses persalinan, sehingga menjadi momen yang sangat berharga bagi kami berdua."
Kehadiran anak pertama ini menjadi jawaban atas perjuangan panjang pasangan ini dan menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang berjuang dengan infertilitas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow