Tenaga Kesehatan Dikecam Karena Kurang Empati pada Pasien BPJS di Media Sosial

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah komentar dari tenaga kesehatan di media sosial yang dianggap tidak berempati terhadap pasien BPJS memicu kontroversi setelah curhatan seorang pasien yang menunggu 8 jam tanpa mendapat ruang dirawat viral. Pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan mengunggah keluhannya pada 22 Juli 2026 dan dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026, memicu kecaman terhadap komentar para tenaga medis di media sosial. Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi Aji Mulawarman menyayangkan sikap sebagian tenaga medis yang dinilai minim empati terhadap pasien dan keluarganya, terutama di ruang digital.

"Kemenkes menyayangkan beredarnya komentar dari sebagian tenaga medis/tenaga kesehatan di media sosial yang terkesan tidak berempati terhadap pasien maupun keluarganya yang sedang menjalani pelayanan kesehatan," ujar Aji, dilansir dari Detik Health.

Aji mengingatkan pentingnya empati dan komunikasi baik sebagai bagian dari profesionalisme tenaga kesehatan, termasuk saat berinteraksi di media sosial. Gubernur Jakarta Pramono Anung juga menegaskan agar rumah sakit tidak membeda-bedakan pelayanan antara pasien BPJS dan non-BPJS.

"Saya sampaikan ke Kepala Dinas, yang harus diubah, yang paling utama seperti yang dikatakan Prof Dante (Wakil Menteri Kesehatan) tadi, dalam semua tingkatan termasuk BPJS maupun non-BPJS, hospitality," kata Pramono, dikutip dari Detik Health.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow