Walid bin Abdul Malik Tetapkan Masa Kejayaan Bani Umayyah di Damaskus
Walid bin Abdul Malik menjadi sosok utama yang menetapkan masa kejayaan Bani Umayyah pada masa kekhalifahannya dari 705 hingga 715 M di Damaskus, Suriah, seperti tercatat pada tanggal 7 Agustus 2026. Di bawah kepemimpinannya, kekhalifahan yang berdiri sejak 661 M ini mengalami perluasan wilayah signifikan dan perkembangan administrasi yang kuat.
Masa kejayaan Bani Umayyah paling menonjol saat Walid memimpin. Wilayah kekuasaan mencapai puncak meliputi Transoxiana (sekarang Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, dan Turkmenistan), anak benua India, serta Semenanjung Iberia (Spanyol). Ekspansi ini dipimpin oleh panglima-panglima yang loyal seperti Musa bin Nushair yang menaklukkan Aljazair dan Maroko, serta Tariq bin Ziyad yang menyerbu Spanyol pada 711 M dengan pasukan sekitar 12.000 tentara.
Penaklukan Spanyol dan Wilayah Baru
Penyerbuan ke Spanyol diawali dari Gibraltar dan berhasil mengalahkan pasukan lokal yang jumlahnya jauh lebih besar. Kota-kota utama seperti Toledo, Seville, Malaga, Elvira, dan Kordoba kemudian berada di bawah kekuasaan Umayyah, membuka babak baru pengaruh Islam di Eropa Barat.
Ekspansi Timur dan Administrasi Wilayah
Selain barat, wilayah kekuasaan juga meluas ke Hindustan, Sind, dan Nepal oleh Muhammad bin Qasim, serta ke wilayah utara seperti Sungai Dajlah, Turki, dan Samarkand oleh Qutaybah bin Muslim. Hal ini menjadi bukti efektivitas kebijakan militer dan administrasi Walid bin Abdul Malik dalam memperkuat dan memperluas kekhalifahan.
Kebijakan dan Peran Walid bin Abdul Malik
Walid, putra Abdul Malik bin Marwan dan Wallada binti al-Abbas, lahir pada tahun 668 atau 674 M. Selama masa pemerintahannya, ia dikenal memperkuat struktur pemerintahan dan membangun infrastruktur, termasuk proyek-proyek monumental di Damaskus. Kebijakan ini tidak hanya memperkuat posisi politik tetapi juga meningkatkan stabilitas ekonomi dan sosial di wilayah kekuasaan.
Menurut laporan Kompas, "Kepemimpinan Walid bin Abdul Malik menjadi tonggak utama yang membawa Bani Umayyah ke puncak kejayaannya, baik dari sisi perluasan wilayah maupun administrasi pemerintahan," ujar seorang sejarawan Islam.
Sejarah Kekhalifahan Bani Umayyah dan Khalifah Lainnya
Didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada 661 M dengan pusat pemerintahan di Damaskus, Bani Umayyah memimpin selama sekitar 90 tahun melalui 14 khalifah. Walid bin Abdul Malik sebagai khalifah keenam menjadi simbol masa paling gemilang kekhalifahan ini sebelum akhirnya berakhir pada abad ke-8. Khalifah lainnya juga berkontribusi, namun puncak ekspansi dan stabilitas terjadi di era Walid.
Perbandingan Masa Kejayaan Sebelumnya dan Sesudahnya
Dibandingkan dengan pendahulunya, Walid lebih agresif dalam ekspansi wilayah dan pembangunan. Setelah masa pemerintahannya, kekuasaan Bani Umayyah mulai menghadapi tantangan internal dan eksternal yang memicu kemunduran. Namun, warisan kejayaannya tetap menjadi acuan penting dalam sejarah Islam.
| Khalifah | Masa Pemerintahan | Kontribusi Utama |
|---|---|---|
| Muawiyah I | 661-680 M | Mendirikan Kekhalifahan Umayyah, pusat di Damaskus |
| Abdul Malik | 685-705 M | Membangun administrasi dan mata uang Islam |
| Walid bin Abdul Malik | 705-715 M | Ekspansi wilayah besar dan pembangunan infrastruktur |
| Umar bin Abdul Aziz | 717-720 M | Reformasi sosial dan keadilan |
- Wilayah kekuasaan mencapai Afrika Utara, Spanyol, Asia Tengah, dan anak benua India.
- Ekspansi militer kuat di bawah panglima terpilih Walid.
- Pembangunan dan penguatan administrasi sebagai fondasi kekuasaan.
Sejarah mencatat Walid bin Abdul Malik sebagai khalifah yang membawa Bani Umayyah pada puncak kejayaannya dengan perluasan wilayah dan kebijakan pemerintahan yang efektif, menandai era penting dalam sejarah kekhalifahan Islam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow