Alphabet Jual Obligasi AI Senilai US$25 Miliar dengan Permintaan Tinggi
Alphabet Inc. berhasil menjual obligasi dengan peringkat layak investasi senilai US$25 miliar atau sekitar Rp447,97 triliun, setelah permintaan investor mencapai puncak sekitar US$115 miliar, menurut sumber dilansir dari Bloombergtechnoz.
Permintaan ini termasuk salah satu pesanan terbesar tahun ini untuk obligasi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), berada di bawah rekor permintaan US$129 miliar dari Oracle Corp. dan US$126 miliar dari Amazon.com Inc.
Sambutan positif investor ini menandai perubahan sentimen setelah aksi jual obligasi sektor teknologi bulan sebelumnya akibat kekhawatiran belanja infrastruktur AI yang berlebihan dan banjirnya penawaran utang. Premiun yang lebih tinggi dari biasanya turut meningkatkan permintaan transaksi ini.
Alphabet berencana menerbitkan utang dalam mata uang dolar AS dua kali setahun, menurut informasi dari sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Perusahaan menjual obligasi dalam 10 seri dengan jangka waktu jatuh tempo antara dua hingga 40 tahun. Premi imbal hasil untuk tenor terpanjang berada di angka 1,3 poin persentase di atas obligasi pemerintah AS (Treasuries), lebih rendah dari kisaran awal sebesar 1,55 poin persentase.
"Transaksi-transaksi seperti ini memerlukan konsesi yang lebih tinggi karena minat investor yang mulai melunak," ujar Tony Trzcinka, manajer portofolio di Impax Asset Management.
Alphabet sebelumnya menetapkan harga obligasi senilai US$20 miliar pada Februari dengan permintaan sekitar US$103 miliar dan menerbitkan surat utang dalam berbagai mata uang asing dengan total penjualan utang lebih dari US$50 miliar pada paruh pertama tahun ini.
Obligasi dolar dari kesepakatan Februari melemah dan diperdagangkan dengan selisih imbal hasil yang lebih lebar dibanding saat penetapan harga awal, menurut data Trace.
Minat investor terhadap utang AI sempat menurun pada Juli saat Alphabet menaikkan perkiraan belanja modal menjadi US$205 miliar, lebih dari dua kali lipat dari perkiraan tahun 2025, yang menyebabkan arus kas negatif pertama sejak IPO pada 2004.
Minggu lalu, perusahaan yang terafiliasi dengan BlackRock Inc. menjual obligasi senilai US$12,5 miliar terkait proyek pusat data Meta Platforms Inc. di Texas dengan permintaan awal yang lesu.
Penjualan obligasi perusahaan teknologi, termasuk Amazon dan SpaceX, mengalami pelebaran selisih imbal hasil di pasar sekunder, mencerminkan minat yang menurun.
Alphabet merupakan salah satu dari delapan perusahaan yang menjual obligasi berkualitas tinggi pada hari Kamis, dengan volume penjualan minggu ini mencapai US$80 miliar, tertinggi ketiga tahun ini menurut data Bloomberg.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow