Polres Jakarta Selatan Selidiki Penemuan Senjata dan Narkoba di Sekolah Pondok Pinang
Polres Jakarta Selatan masih menyelidiki temuan 995 pucuk senjata angin dan senjata api di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, termasuk sejumlah narkoba di salah satu ruangan, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kepala Seksi Humas Polres Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Joko Adi Wibowo, mengatakan, "Terhadap perkara, saat ini pada tahap penyelidikan." Temuan awal berupa 995 pucuk airsoft gun dan satu pucuk shotgun kaliber 12/70 dilaporkan pada 15 Juli 2026 oleh pejabat yayasan sekolah.
Pada 5 Agustus 2026, kepolisian dan yayasan melakukan penggeledahan lanjutan dan menemukan senjata api kaliber 5,56mm, senjata genggam 9mm dan .40, serta magaze Glock, Walther, dan M4. Selain itu ditemukan paket sabu, dua linting ganja, dan beberapa keping VCD berisi konten pornografi.
Joko Adi Wibowo menambahkan, "Tersimpan di salah satu ruangan di Yayasan Sekolah."
Kuasa Hukum Yayasan Sekolah, Hermawanto, menyatakan ada satu ruangan seperti bunker yang belum bisa dibuka. "Oleh karenanya kami meminta keseriusannya dan tindakannya segera, karena masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker, agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka," ujar Hermawanto.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengungkapkan ruangan yang terkunci sejak April 2026 digunakan untuk keperluan guru dan siswa. Pada 10 Juli, yayasan menemukan 995 senjata api alur polos dan sebuah shotgun di ruangan yang digunakan eks Ketua Yayasan berinisial IWD.
"Jadi tidak bisa kita selidiki [sendiri] kalau untuk membunuh orang," ujar Untung mengenai senjata angin tersebut yang dinilai berpotensi mematikan.
Pada 5 Agustus, dengan pendampingan Polres Jakarta Selatan, yayasan membuka ruangan lain dan menemukan senjata api, amunisi, dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang.
Untung mempertanyakan, "Dan alat pembuat peluru yang sangat dilarang. Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini?"
Ia mengisyaratkan ada pihak yang diam-diam menyembunyikan senjata api dan perlengkapan berbahaya, termasuk narkoba dan alat pembuat peluru, serta membuat bunker di sekolah. "Ada pintu belakang masuk, debarkasi-embarkasi barang yang berbahaya di situ bisa dia lakukan diam-diam di belakang," ujar Untung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow