Beruang Madu Serang Warga di Pelalawan, BBKSDA Riau Turun Tangan
Seekor beruang madu menyerang warga di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau. Kejadian ini langsung ditindaklanjuti oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang mengerahkan tim ke lokasi.
Korban diserang saat berada di kebun miliknya oleh beruang madu yang datang dari belakang. Meskipun korban berusaha melawan, ia mengalami luka serius dan kehilangan banyak darah hingga pingsan. Korban lalu dilarikan ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci untuk perawatan medis, seperti dilansir dari Detik Travel.
Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Pekanbaru dikerahkan ke lokasi membawa kandang jebak untuk menangkap beruang tersebut. Bersama aparat desa dan keamanan, mereka memasang jebakan guna memantau dan mencegah berulangnya serangan beruang yang membahayakan masyarakat.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan konflik satwa liar.
"Setiap laporan konflik satwa liar kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim WRU ke lapangan. Penanganan dilakukan secara terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat agar langkah mitigasi dapat berjalan secara efektif," ujar Supartono.
Beruang madu merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, penanganan konflik dilakukan dengan hati-hati agar keselamatan manusia dan kelestarian satwa serta habitatnya tetap terjaga.
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar kebun atau habitat satwa liar untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak bekerja sendiri, dan segera melapor jika menemukan keberadaan satwa liar di permukiman atau perkebunan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya mitigasi konflik manusia dan satwa liar sebagai bagian dari pengelolaan konservasi yang adaptif. Dia menegaskan perlindungan keanekaragaman hayati harus sejalan dengan rasa aman masyarakat di sekitar kawasan hutan.
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya memperkuat mitigasi konflik manusia dan satwa liar dengan penanganan cepat, kolaboratif, dan berbasis konservasi untuk menjaga keselamatan warga tanpa mengabaikan perlindungan satwa dan habitatnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow