AISMOLI Minta Pemerintah Lanjutkan Bantuan Pembelian Motor Listrik
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menilai skema insentif berupa bantuan langsung atau diskon harga pembelian motor listrik lebih efektif meningkatkan penjualan dibandingkan skema Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP), Jumat (7/8/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Ketua Umum AISMOLI, Budi Setiadi, menyatakan penilaian ini berdasarkan pengalaman implementasi insentif pemerintah selama 2023 hingga 2024.
"Ya, kalau kita sudah punya pengalaman, pemerintah juga sudah punya pakem. Terlepas dari kekurangannya, tapi sudah berjalan selama 2 tahun, artinya mungkin lebih baik yang diskon itu saja," ujar Budi.
Budi menjelaskan pemerintah memiliki beberapa opsi insentif kendaraan listrik, termasuk PPNDTP. Namun, untuk industri motor listrik, AISMOLI berharap pemerintah melanjutkan skema bantuan pembelian langsung seperti dua tahun sebelumnya karena dampaknya sudah teruji.
"Sejauh ini ada beberapa opsi rekomendasi yang akan menjadi keputusan pemerintah. Di antaranya PPNDTP atau bantuan pembelian. Tapi untuk motor listrik, ikuti yang dua tahun lalu saja," ungkap Budi.
Budi menambahkan bahwa sistem penyaluran bantuan pembelian sudah terbentuk dan teruji di lapangan. Meski kuota unit yang diajukan industri lebih tinggi, realisasinya tergantung kemampuan anggaran pemerintah.
"Sudah berjalan selama 2 tahun, mungkin lebih baik. Walaupun penambahan pembelian lebih tinggi, tinggal menunggu kemampuan pemerintah, kami masih menunggu kepastian," pungkas Budi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah segera mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk mendorong pertumbuhan semester II-2026, termasuk insentif pembelian mobil dan motor listrik.
"Kita akan lihat, mungkin seminggu dua minggu lagi diumumkan," kata Purbaya seusai konferensi pers Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).
"Kalau tidak salah, stimulus untuk mobil dan motor listrik akan diumumkan. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan," tambahnya.
Purbaya enggan menjelaskan detail skema insentif motor listrik, namun menyebut skema tersebut tidak jauh berbeda dari diskusi sebelumnya dengan stakeholder.
"Bentuknya, nanti kalau saya kasih tahu bocor. Tapi nanti kayaknya tidak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya," ujar Purbaya.
Untuk motor listrik, subsidi yang direncanakan sebesar Rp5 juta per unit, sedangkan insentif mobil listrik masih dalam pembahasan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow