BGN Integrasikan CCTV untuk Awasi Program Makan Bergizi Gratis
Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengintegrasikan kamera pengawas (CCTV) dari seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar terhubung langsung ke kantor pusat untuk mencegah kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG), dilansir dari Detik Finance.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan langkah ini sedang dalam persiapan meski membutuhkan waktu untuk pembangunan infrastruktur. Konsep pengawasan ini terinspirasi dari ruang kendali operasional kepolisian.
"Butuh waktu ya, kami sedang bagaimana caranya mengintegrasikan CCTV di semua dapur bisa terintegrasi kepada kami seluruhnya di kantor pusat. Itu juga salah satu fungsi pengawasan yang kami ingin capai ke sana ya," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Jumat (7/8/2026).
"Kami ingin semua ini kan semua dapur pasang CCTV nah itu kami ingin CCTV-nya itu connect ke dalam sistem kita sistem IT kita yang ada di kantor pusat," tambahnya.
Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh kantor pusat tetapi juga berjenjang hingga tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi yang dapat memantau aktivitas dapur MBG secara real-time.
"Saya ingin niru yang itu loh, apa, kepolisian itu loh. Jadi orang kalau maju dikit, nah itu kemudian, syukur-syukur bisa diteriaki 'Eh, kau masaknya kok jam 7 malam, enggak boleh ya kau masak gitu loh'. Jadi, maksud saya yang ngawasi bukan hanya kantor pusat, tapi misalnya koordinator di tingkat kecamatan lihat dapur-dapur kecamatan itu kapan beroperasi dia bisa lihat lebih sedikit," beber Sudaryono.
Sudaryono menjelaskan sistem pengawasan ini juga akan memantau kedisiplinan waktu memasak hingga distribusi karena adanya potensi penurunan kualitas makanan akibat jeda waktu masak dan konsumsi yang terlalu lama.
Untuk mencegah keracunan pangan dan menjaga keamanan makanan, BGN memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menetapkan jam memasak yang ketat. Makanan harus matang tepat waktu dan dikonsumsi maksimal 4 jam setelah matang.
"Jadi nanti akan diberi label kami sudah instruksikan ke semuanya harus diberi label di omprengnya itu setiap hari harus dimakan sebelum jam. Maka kalau sudah lewat jam sebaiknya tidak dimakan. Harus dimakan sebelum jam apalagi kalau dibawa pulang," jelas Sudaryono.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow