OJK Laporkan Penyaluran Pembiayaan Alat Berat Kontraksi Hingga Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran pembiayaan alat berat oleh perusahaan pembiayaan mengalami kontraksi sebesar 0,22% secara tahunan menjadi Rp48,65 triliun hingga Juni 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz. Kontribusi terbesar pembiayaan alat berat berasal dari sektor pertambangan dan penggalian dengan nilai Rp27,13 triliun atau 55,76% dari total pembiayaan tersebut. Meski mengalami kontraksi pada semester pertama, OJK optimis pembiayaan alat berat akan mengalami peningkatan di semester kedua tahun ini seiring perkembangan aktivitas sektor pengguna alat berat.

"Pembiayaan alat berat diperkirakan membaik hingga akhir tahun 2026 seiring dengan perkembangan aktivitas pada sektor-sektor pengguna alat berat," ujar Indra Salfian A, Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK.

Indra Salfian A menegaskan bahwa perbaikan tersebut terkait dengan peningkatan kegiatan ekonomi di sektor terkait yang memerlukan alat berat. Selain itu, sejumlah produsen alat berat juga mencatatkan penurunan kinerja pada semester I-2026. Misalnya, PT United Tractors Tbk melaporkan penurunan pendapatan bersih sebesar 15% menjadi Rp58,29 triliun, turun dari Rp68,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow