Ceuta Tawarkan Destinasi Bersejarah dan Panorama Menawan di Tengah Krisis Migran
Wilayah Ceuta, kantong Spanyol di pesisir Afrika Utara yang berbatasan langsung dengan Maroko, kembali menjadi perhatian dunia akibat gelombang besar imigran yang masuk dengan cara berenang dari laut. Krisis ini memunculkan perdebatan terkait keamanan perbatasan dan situasi kemanusiaan di kawasan tersebut, seperti dikutip dari Detik Travel.
Selain sorotan terkait migran, Ceuta juga memiliki daya tarik wisata yang tak kalah menarik. Kota ini merupakan perpaduan budaya Eropa, Arab, Afrika, dan Mediterania yang tercermin dari bangunan bersejarah dan lanskap pesisirnya yang memukau.
Royal Walls atau Murallas Reales adalah salah satu ikon utama Ceuta. Benteng ini dibangun pada abad ke-16 oleh Portugis di atas struktur pertahanan lama dari era Islam. Dinding benteng yang besar mengelilingi parit berisi air laut, menciptakan pemandangan unik. Pengunjung dapat menjelajahi benteng, mengunjungi museum kecil di dalamnya, dan menikmati panorama pelabuhan serta Laut Mediterania.
Plaza de África merupakan alun-alun pusat kota yang dikelilingi bangunan bersejarah seperti Katedral Santa María de la Asunción dan Balai Kota. Suasana tenang dengan pepohonan palem dan kafe, membuatnya jadi tempat istirahat yang nyaman sambil menikmati atmosfer khas Ceuta.
Bangunan bergaya eklektik Casa de los Dragones mudah dikenali dari empat patung naga besar di atapnya. Dibangun pada awal abad ke-20, bangunan ini menjadi landmark ikonik sekaligus spot foto favorit wisatawan, terutama saat malam hari dengan pencahayaan dramatis.
Selain itu, peninggalan Islamic Arab Baths dari abad ke-11 hingga ke-13 memberikan gambaran kehidupan masyarakat Muslim masa lalu dan menegaskan sejarah panjang Ceuta sebagai titik pertemuan berbagai peradaban.
Wisata Alam dan Rekreasi
Untuk suasana santai, Mediterranean Maritime Park menawarkan kolam air asin, taman tropis, air terjun buatan, restoran, dan area bersantai dengan latar Laut Mediterania. Tempat ini sering menjadi favorit warga lokal dan wisatawan saat musim panas.
Monte Hacho, bukit yang menjulang di sisi timur Ceuta, memberi pemandangan luas Selat Gibraltar, Laut Mediterania, dan garis pantai Maroko. Di puncaknya terdapat benteng dan instalasi militer bersejarah yang menandai pentingnya posisi strategis Ceuta sejak berabad-abad lalu.
Playa de la Ribera adalah pantai berpasir keemasan yang populer dengan ombak tenang, cocok untuk berenang dan bersantai. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat melihat pemandangan pegunungan Maroko dari kejauhan serta kapal-kapal yang melintas di Selat Gibraltar.
Meskipun kerap diberitakan soal krisis migran, Ceuta menyimpan sisi lain yang menampilkan kekayaan sejarah dan keindahan alam yang layak dijelajahi dari berbagai sudut pandang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow