Cristian Romero Dapat Kritik Tajam sebagai Kapten Tottenham Menjelang Kepindahan

Smallest Font
Largest Font

Cristian Romero mendapat kritik tajam atas perannya sebagai kapten Tottenham Hotspur menjelang kepindahannya dari klub London Utara tersebut, dilansir dari Bola.

Mantan penyerang Liverpool, Dean Saunders, menyebut Romero sebagai salah satu kapten terburuk dalam sejarah Premier League. Musim lalu, Romero menjalani debut sebagai kapten Tottenham, tapi klub finis di posisi ke-17 selama dua musim beruntun, termasuk musim saat ia menjadi kapten.

Romero tampil dalam 23 pertandingan dan menerima dua kartu merah sepanjang musim tersebut. Ia juga menjadi sorotan karena meninggalkan Inggris menuju Argentina saat Tottenham harus menjalani laga terakhir yang sangat penting untuk menghindari degradasi.

Dean Saunders mengatakan, "Romero adalah satu di antara kapten terburuk dalam sejarah Premier League." Ia menambahkan, "Tottenham finis di posisi ke-17 selama dua musim berturut-turut. Dia kaptennya, jadi tentu tidak bisa dibilang menjalankan perannya dengan baik." Saunders juga mengkritik perilaku Romero yang dianggap rentan mendapat kartu merah dan menggambarkan karakternya selama Piala Dunia 2026.

Mantan striker Aston Villa, Gabby Agbonlahor, sepakat dengan penilaian Saunders. Ia menilai Romero bukan tipe kapten yang diinginkan karena tidak mampu mengangkat semangat tim saat menghadapi kesulitan dan malah berisiko dengan sering mendapat kartu merah.

"Kapten adalah sebuah kehormatan. Seorang kapten harus menetapkan standar bagi rekan-rekannya. Romero bukan tipe kapten yang Anda inginkan.

Saat tim kesulitan, Anda tidak akan melihatnya mengangkat semangat tim. Dia justru bisa saja mendapat kartu merah," ujar Agbonlahor.

Agbonlahor menilai Romero seolah merasa berada di atas Tottenham dan menyebut keputusan Romero bertahan di Argentina menjelang laga terakhir musim lalu kemungkinan karena dorongan agen. Ia juga mengkritik temperamen Romero yang sulit mengendalikan emosi dan memiliki catatan disiplin buruk dengan enam kartu merah di klub, berbeda dengan 40 penampilan tanpa kartu merah bersama Timnas Argentina.

"Dia mampu melakukan tekel dengan baik ketika memang menginginkannya. Bersama Argentina dia punya 40 caps tanpa kartu merah, tetapi bersama Spurs sudah enam kali mendapat kartu merah. Itu sudah menjelaskan semuanya," kata Agbonlahor.

Masa depan Romero disebut makin dekat dengan pintu keluar Tottenham setelah lima musim membela klub tersebut. Romero telah mencapai kesepakatan pribadi dengan Atletico Madrid, dan sebelumnya juga dikaitkan dengan Inter Milan serta Arsenal.

Agbonlahor menilai Atletico Madrid cocok untuk Romero karena gaya bermain agresif yang identik dengan tim asuhan Diego Simeone. "Kalau ada tim yang cocok untuk Romero, itu adalah Atletico Madrid. Kalau saya boleh bertaruh siapa pemain yang paling banyak mendapat kartu merah, saya akan memilih dia," ujar legenda Aston Villa itu.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed