Kepala BGN Tegaskan Nol Toleransi Kasus Keracunan Program MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan adanya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa satu keluarga akibat makanan dibawa pulang oleh siswa, padahal sesuai SOP makanan harus langsung dikonsumsi.
Kasus ini terjadi ketika makanan sudah disiapkan dan diberikan kepada siswa pada waktu yang tepat, sekitar pukul 9-10 pagi. Namun, makanan tersebut dibungkus dan dibawa pulang, lalu dikonsumsi bersama anggota keluarga lain sehingga menyebabkan keracunan tidak hanya pada siswa tapi juga keluarga.
Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi menyeluruh agar kasus keracunan di program MBG dapat ditekan hingga nol.
"Zero tolerance sama keracunan ini. So far sudah menurun cuma kami ingin nol, tidak boleh lagi ada," ujar Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan.
Dia menambahkan bahwa penurunan angka keracunan bukan alasan untuk puas, melainkan target utama adalah menghilangkan kasus keracunan sama sekali.
"Jadi bukan kemudian menurun, kami berpuas, nggak. Target saya adalah gimana cara, apapun caranya itu kemudian nol (keracunan)," tuturnya.
Sudaryono juga menyampaikan bahwa kini di sekolah sudah ada PIC (Person In Charge) yang bertanggung jawab penuh mengelola program MBG.
"Sudah ada insentifnya (PIC). Jadi guru di sekolah itu tidak terganggu jam mengajarnya karena Makan Bergizi Gratis. Bahkan guru, jadi bagian penerima manfaat MBG, tujuannya untuk mengedukasi siswa-siswanya," pungkasnya.
Informasi ini dilansir dari Detik Health.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow